•   04 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

2020, Masterplan Pemindahan Ibu Kota Rampung

Nasional -
21 Agustus 2019
 
2020, Masterplan Pemindahan Ibu Kota Rampung Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro memegang peta Pulau Kalimantan di sela-sela wawancara tentang rencana pemindahan lokasi ibu kota, di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (30/7/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

KLIKKALTIM -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memastikan masterplan pemindahan ibu kota selesai pada 2020 dengan dana pembebasan lahan Rp11 miliar.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan masterplan pemindahan ibu kota di Kalimantan akan selesai 2020. Oleh sebab itu, dia menyebut rancangan anggaran pemindahan ibu kota tidak masuk RAPBN 2020.

"Masterplan 2020 selesai. Ini baru dibikin belum ketahuan lokasinya kan. Membuat masterplan tak sehari jadi," ujar Bambang usai Pers Konferensi Nota Keuangan di Kantor Ditjen Pajak, Jumat (16/8/2019).

Dia merincikan, dengan rata-rata anggaran Rp466 triliun, proyek tersebut akan didominasi oleh proyek swasta. Utamanya untuk pembangunan rumah penduduk dan infrastruktur.

Bambang juga menjanjikan bahwa pembangunan ibu kota baru nantinya telah mempertimbangkan dampak ekologi dan potensi bencana.

"Semua sudah dicek resiko bencana, pilih yang practically itu risiko bencana yang lebih minim," paparnya.

Bambang memberi sinyal sejumlah hal tentang ibu kota baru. Pertama, ibu kota terpilih jauh dari risiko kebakaran hutan. Kedua, jenis tanah ibu kota tersebut bukan lahan gambut. Ketiga, jenis tanah juga bukan tanah yang mengandung batu bara.

Oleh sebab itu, Bambang menampik lokasi pembangunan ibu kota baru akan berlokasi di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur.

"Ini hutan lindung. Kita tak boleh sentuh jadi kota atau pemukiman. Kami sudah komit tidak ganggu lingkungan apalagi hutan lindung," tuturnya.

Bambang juga menjanjikan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi pembangunan ibu kota baru dengan Kementerian PUPR. Rencananya setelah masterplan, pihaknya akan mempertajam urban design, legalitas dan pembebasan lahan.

Bambang juga menjanjikan bahwa pembangunan ibu kota baru nantinya telah mempertimbangkan dampak ekologi dan potensi bencana.

"Semua sudah dicek resiko bencana, pilih yang practically itu risiko bencana yang lebih minim," paparnya.

Bambang memberi sinyal sejumlah hal tentang ibu kota baru. Pertama, ibu kota terpilih jauh dari risiko kebakaran hutan. Kedua, jenis tanah ibu kota tersebut bukan lahan gambut. Ketiga, jenis tanah juga bukan tanah yang mengandung batu bara.

Oleh sebab itu, Bambang menampik lokasi pembangunan ibu kota baru akan berlokasi di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur.

"Ini hutan lindung. Kita tak boleh sentuh jadi kota atau pemukiman. Kami sudah komit tidak ganggu lingkungan apalagi hutan lindung," tuturnya.

Bambang juga menjanjikan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi pembangunan ibu kota baru dengan Kementerian PUPR. Rencananya setelah masterplan, pihaknya akan mempertajam urban design, legalitas dan pembebasan lahan.

 

Sumber : Bisnis.com






TINGGALKAN KOMENTAR