•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Wawali: Laut Bontang Luas, Punya Potensi Besar Produksi Garam

Kaltim - Asriani
24 Mei 2021
 
Wawali: Laut Bontang Luas, Punya Potensi Besar Produksi Garam Wakil Wali Kota Bontang, Najirah dalam sambutannya di Balai Sekaya Maritim, Kelurahan Gunung Elai.

KLIKKALTIM.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur mengadakan kegiatan produksi dan pengolahan garam di wilayah Kalimantan Timur, salah satunya di Kota Bontang.

Kegiatan produksi garam dilakukan dengan tujuan mengembangkan usaha produksi garam serta memenuhi kebutuhan garam yang ada di Bontang.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mendukung penuh, program pengolahan dan produksi garam yang diselenggarakan oleh Dinas DKP Kaltim.

Ia mengatakan, dengan dilakukan program pengolahan garam bisa meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang usaha kelautan dan perikanan. Serta dunia usaha produksi garam juga dinilai ikut mendorong kemajuan Bontang.

"Dengan begitu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkapnya dalam sambutannya, di Balai Sekaya Maritim, Senin (24/5/2021).

Tak hanya meningkatkan kelangsungan usaha, program kerja produksi garam juga dinilai bisa meningkatkan produktivitas warga yang bermukim di pesisir Bontang.

Serta bisa menciptakan produksi olahan baru di Bontang. Melihat sumber daya alam di Bontang bisa menjanjikan di bidang produksi garam. Diakui, garam yang dikonsumsi mayoritas berasal dari luar Bontang. Sehingga, diperlukan usaha olahan garam di  Bontang.

"Karena garam salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan kita," tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala DKP Kaltim, Riza Indra Riadi mengatakan, usaha olahan garam memiliki peluang besar bagi siapapun.

Dengan program pelatihan yang diselenggarakan, warga pesisir bisa meningkatkan keahliannya dalam bidang produksi garam. Dikatakannya, garam merupakan bumbu dasar dapur. Pun konsumtif garam selalu mengalami peningkatan.

"Memang makanan apupun tanpa garam tidak akan enak," ungkapnya.

Ia pun mengucapan terima kasih atas partisipasi dari warga pesisir yang ikut berkontribusi dalam pelatihan.

Sebagai informasi, pelatihan kerja usaha produksi dan pengolahan garam berjalan selama dua hari, mulai tanggal 24-25 Mei 2021.




TINGGALKAN KOMENTAR