Warga Tak Tahu, Batu Bara Ditumpuk saat Malam Hari
Tumpukan batu bara di kawasan Martadinata, Kutai Timur
KLIKKALTIM.COM - Darwis salah satu warga Kelurahan Martadinata, Teluk Pandan, Kutai Timur mengaku kaget, pagi-pagi melihat tumpukan batu bara tak jauh dari kediamannya sudah menggunung.
Tak pernah terlihat kapan truk angkutan lalulang, tiba-tiba gundukan itu sudah menumpuk dengan ketinggian kurang lebih 10 meter, di atas lahan dengan pagar seng keliling setinggi 1,5 meter.
Ternyata distribusi batu bara dari lokasi pengerukan ke tempat penampungan dilakukan malam hari. Sekira pukul 22.00 Wita.
“Jenis truk yang dipakai enggak kelihatan, karena malam mereka operasi,” ungkap Darwis.
Menurut Darwis, tak pernah ada konfirmasi kepada warga sekitar terkait aktivitas penumpukan tersebut.
"Tidak pernah mengunjungi warga untuk minta izin atau sosialisasi, tiba-tiba saja sudah ada menumpuk di dekat permukiman," ujar Darwis, kamis (18/3/21).
Hal senada juga disuarakan Takmir Masjid Suka Rahmat, Ia mengaku, tak tahu jika selama ini ada aktivitas bongkar muat batu bara tepat di depan masjid.
"Wah saya nggak tau kalau ada itu," bebernya.
Persoalan terkait aktivitas bongkar muat batu bara di wilayah Kutai Kartanegara, Kutim, dan Bontang memang sedang ramai diperbincangkan. Salah satu yang paling hangat adalah Rencana pemanfaatan bongkar muat batu bara di Pelabuhan Loktuan Bontang.
Wacana ini masih terkendala perizinan lantaran ditentang berbagai kalangan. Disisi lain, Wali Kota terpilih Basri Rase mengungkapkan selama aktivitas tersebut tak melanggar regulasi menurutnya tak menjadi masalah. Dirinya pun mengungkapkan akan melakukan kajian analisis dampak lingkungan.
"Kita kaji dulu jangan asal tolak, dan selama ngak menghalangi regulasi, investasi yang masuk ke Bontang ngak boleh kita halang-halangi," bebernya beberapa waktu lalu.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: