Sempat Dibully, Ternyata Hasil Swab Pasien Anak Meninggal di Bontang Negatif
Situasi pemakaman Pasien Dalam Pengawasan (PDP) anak berusia 8 tahun di Tempat Pemakaman Umum Bontang Lestari
KLIKKALTIM.COM -- Ini peringatan bagi warga terhadap bahaya stigmatisasi kepada pasien Covid-19.
Sempat heboh pengakuan seorang ayah yang merasa dibully akibat perbuatannya. Ia dinilai berbohong ke petugas medis karena menyembunyikan riwayat perjalanan ke Jakarta saat mengantar anaknya berobat.
Singkat cerita, pasien anak umur 8 tahun meninggal dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Hasil rapid test menunjukkan positif.
Alhasil, sang orang tua mendapat perlakukan buruk dari netizen dan warga. Mereka ramai-ramai menghujat kelalaian sang orang tua.
Namun, baru-baru ini hasil swab PDP Nomor 11 atau pasien anak 8 tahun yang meninggal telah diterima.
Hasilnya, pasien bocah ini bebas dari Covid-19. Tes lendir dari balai kesehatan tidak mendapati virus Sars-Cov-2 atau Corona di tubuh bocah ini.
"Iya hasilnya swabnya negatif," ujar Juru Bicara Tim Gugus Covid-19, Adi Permana saat dikonfirmasi, Minggu (3/5/2020).
Diberitakan sebelumnya, Putra Al menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 pertama yang dinyatakan meninggal dunia di Bontang.
Pengakuan sang ayah selepas dari Jakarta (epicentrum Covid-19) ia sudah menjalani isolasi mandiri secara ketat.
Kepada Klik Kaltim Al mengurai kronologi riwayat perjalanan hingga putranya meninggal.
Kronologi perjalanan Al:
1. 16-18 maret dinas ke Jakarta.
2. 19 Maret tiba di Bontang dan langsung menjalani karantina mandiri sampai Tanggal 2 April (14 hari)
3. Pada 3 April, Al dapat pesan dari tim Public Safety Centre Covid-19 Bontang menyatakan masa karantina sudah berakhir.
4. Jumat 3 April, Al mulai kembali berkantor.
5. Senin 6 april, anak kedua Al, yg memang memiliki riwayat penyakit bawaan lahir jatuh sakit dan langsung dibawa ke RSIB Yabis untuk menjalani perawatan. Oleh pihak rumah sakit, Al ditanya soal riwayat perjalanan 14 hari
terakhir. Saat itu, Al spontan menjawab tidak pernah karena perjalanan terakhir dari Jakarta sudah berlalu 18 hari.
6. Tgl 6 - 23 april, putra kedua Al dirawat di rumah sakit dengan diagnosis penyakit ginjal.
7. 23 april, pukul 13.00, kondisi kesehatan pasien memburuk sehingga di rujuk ke RSUD Bontang. Oleh pihak RSUD, pasien dilakukan rapid test dan hasilnya dinyatakan positif. Sementara Al dan istri juga menjalani rapid test namun dengan hasil negatif.
8. Pada jumat 24 April, pukul 02.00, pasien dinyatakan meninggal dunia dan langsung dikebumikan pagi harinya di Bontang Lestari sesuai prosedur tetap penangan korban Covid-19.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: