Kunjungan Imunisasi Turun Selama Pandemi Covid-19, Petugas : Risiko Mewabah Penyakit Lain Bisa Muncul
Dwi Ekawati Penanggung jawab program imunisasi di Puskesmas Bontang Utara I
KLIKKALTIM.COM -- Cakupan imunisasi mengalami penurunan selama Covid-19 untuk wilayah jangkauan Puskesmas Bontang Utara I.
Adapun faktor penurunan tersebut karena beberapa fasilitas kesehatan maupun pos posyandu ditutup.
"Jadi sebelum pandemi Covid-19,banyak orang tua yang ingin iminisasi, membawa anaknya ke posyandu karena dekat dengan rumah" ujar Dwi Ekawati Penanggung jawab program imunisasi, Selasa (5/5/2020).
Oleh karena itu para ibu harus beralih ke puskesmas atau ke rumah sakit.
Ia mengatakan semenjak pelayanan posyandu ditutup ada peningkatan imunisasi yang datang ke puskesmas, meski tidak meningkat secara signigikan.
"Berdasarkan edaran Kementerian Kesehatan, imunisasi dasar tetap harus dilengkapi terutama saat pandemi, agar dapat menciptakan kekebalan kelompok guna memutus mata rantai penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," ungkapnya.
Dwi menjelaskan, jangan sampai setelah wabah Covid-19 berakhir, justru ada wabah lain karena cakupan imunisasi yang rendah.
Minimnya cakupan imunisasi campak, dapat menyebabkan terjadinya wabah campak.
"Jadi harusnya anak tetap diberikan imunisasi, banyak yang bisa diakses meski tidak ke puskesmas, ada bidan praktek mandiri banyak membuka imunisasi," kata Dwi.
Karena kekebalan kelompok baru akan terbentu jika 80 persen bayi/balita telah mendapatkan imunisasi sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan. Pada bulan Maret cakupan imunisasi dalam target puskesmas Bontang Utara satu 23,8 persen.
Ia merinci cakupan hanya mencapai Bontang Kuala 16,5 persen, Api-Api 11,8 persen, Bontang Baru 14,6 persen dan Gunung Elai 13,8 persen.
"Ini adalah data 4 Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara Satu sampai Bulan Maret 2020, karena untuk bulan april belum selesai di rekap," kata Dwi.
Tujuan imunisasi adalah untuk membentuk kekebalan tubuh sehingga anak dapat terlindungi dari penyakit seperti, hepatitis, polio, tetanus, difter, pertusis, campak, rubella.
Oleh karena itu Dwi menghimbau kepada masyatakat untuk tetap lengkapi imunisasi selama pandemi Covid-19, terutama imunisasi dasar sebelum usia 12 bulan, tuturnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: