Duduk Perkara Kekacauan Pendaftaran Vaksinasi yang Memicu Kerumunan di Bontang
Warga berjubel rebutan untuk mendaftar vaksinasi di Auditorium 3 Dimensi Bontang/IST
Wanita bertubuh bongsor itu mengawali hari pertama bulan Juli ini dengan penuh harap, lolos ikut vaksinasi massal di Lapangan Makodim Bontang.
Setiba di lokasi dia tak bisa menutupi kekesalannya kepada petugas. Kala mengetahui dirinya kembali gagal mengikuti vaksinasi di Lapangan Makodim untuk ketiga kalinya.
Surnanti dan Eni, Warga Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, jauh-jauh ke Kodim 0908 untuk ikut antri sejak hari kedua program satu juta vaksinasi ini.
Kekecewaan kembali dialami, seperti dua hari sebelumnya. Lagi-lagi mereka kehabisan kuota pendaftaran. Padahal sejak pagi-pagi buta sudah menanggalkan rumahnya.
"Heran loh, kita ini jam 06.30 sudah di sini. Sudah kehabisan," ungkapnya kepada Klik Bontang, Kamis (1/7/2021).
Kepalanya merunduk berjalan ke motor yang diparkir di sisi jalan. Sembari menenteng bekal nasi yang sudah disiapkan dari rumah, Surnanti menggerutu.
"Kok bisa sih, sampai tiga kali loh kami ke sana. Tinggalin semua kerjaan di rumah, hanya demi ini saja," ujarnya kesal.
Kekecewaan juga dirasakan M Ridwan, Warga Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan.
Walaupun nasibnya lebih baik, tapi tetap saja dia mengeluhkan antrian yang panjang di lokasi. "Lama sekali nunggunya itu, karena orang berebutan," Katanya.
Informasi yang disampaikan petugas di kelurahan dinilai keliru. "Siapa cepat datang, cepat disuntik vaksin," katanya lagi.
Dari sinilah muara keruwetan pendaftaran, warga menerima informasi tak utuh. Padahal, sejatinya Babinsa sudah menjadwalkan warga yang disuntik sesuai kelurahan mereka.
Ibu di RT 27, Kelurahan Api-api, mengaku harus buru-buru ke lokasi, di Auditorium 3 Dimensi, dua hari lalu.
Katanya, pagi-pagi sekali warga sudah berkerumun di sana. Padahal jam buka pendaftaran baru dimulai pukul 08.00 Wita.
"Yah jam 6 sudah di sana, tapi ternyata pendaftarannya buka jam 8, makanya orang rebutan," ungkap wanita yang enggan disebut namanya ini.
Evaluasi Metode Pendaftaran
Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda mengakui pendaftaran calon penerima vaksin berantakan.
Penyebabnya, lantaran warga berbondong-bondong datang ke lokasi tanpa pendataan yang sistematis. "Awalnya kami pakai pendataan dari Babinsa, ternyata animo masyarakat tinggi," ungkap pria yang juga ditunjuk Wakil Ketua Satgas COVID-19 Bontang ini.
Dari 4 hari pelaksanaan, Dandim memutuskan agar pendaftaran dievaluasi. Pelaksanaan vaksinasi baru dilanjutkan pekan depan, dengan metode yang berbeda.
"Opsi nya kita pakai data dari Babinsa saja, biar pernah kelurahan. Tapi kemungkinan akan prioritas kan kelurahan yang belum," ujarnya.
Pria bertubuh tegap ini menambahkan, kekhawatiran warga tidak kebagian vaksinasi juga biang masalah.
Padahal, program ini akan terus berlanjut hingga mayoritas warga sudah disuntik vaksin. "Memang targetnya berakhir di 2 Juli, tapi ini akan lanjut terus kok," katanya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: