Air Mahakam Surut di Musim Kemarau; Sembako Mulai Langka di Mahulu
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
KLIKKALTIM– Surutnya Sungai Mahakam akibat kemarau mulai mengganggu distribusi bahan pokok ke wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya Long Pahangai dan Long Apari.
Sejumlah kebutuhan masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng hingga LPG 3 kilogram mulai sulit diperoleh.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pun menyiapkan jalur distribusi alternatif melalui darat untuk mencegah pasokan pangan dan energi terputus.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mempercepat penanganan jalur darat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap bisa masuk ke wilayah perbatasan.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan bahan pangan,” kata Rudy saat memimpin rapat bersama OPD di Samarinda.
Selama ini, distribusi kebutuhan pokok ke wilayah hulu Mahakam banyak mengandalkan jalur sungai. Namun, kondisi sungai yang semakin dangkal membuat kapal-kapal berukuran kecil tidak lagi dapat melintas secara optimal.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, jalur darat Ujoh Bilang–Long Pahangai sepanjang sekitar 60 kilometer masih dapat dilalui truk. Namun, terdapat titik yang membutuhkan penanganan, terutama di Desa Long Mesangaat.
Sementara jalur Long Pahangai menuju Long Apari memiliki panjang sekitar 100 kilometer. Dari jalur tersebut, sekitar 60 kilometer membutuhkan pengerasan menggunakan pasir dan batu atau sirtu agar dapat mendukung distribusi logistik.
Dinas PUPR Kaltim bersama Dinas Pekerjaan Umum Mahakam Ulu akan mengerahkan alat berat untuk mempercepat penanganan jalur tersebut.
Meski jalan yang menjadi akses menuju wilayah perbatasan itu berstatus jalan kabupaten, Rudy meminta persoalan kewenangan tidak menjadi alasan terhambatnya distribusi kebutuhan masyarakat.
Pemprov Kaltim juga menyiapkan langkah lain melalui pasar murah dan subsidi ongkos angkut. Intervensi tersebut akan dilakukan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM serta Dinas Pangan dengan anggaran sekitar Rp107 juta.
Langkah tersebut disiapkan untuk menjaga harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah terganggunya jalur distribusi.
Pemprov Kaltim juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya dengan rencana pembangunan gudang sembako di Mahakam Ulu.
Gudang tersebut diharapkan dapat menjadi tempat penyimpanan cadangan bahan pokok sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah hulu tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi jalur sungai.
“Ini menjadi antisipasi apabila kemarau panjang atau fenomena cuaca ekstrem kembali terjadi dan menghambat distribusi ke wilayah perbatasan,” demikian Rudy Mas’ud.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: