•   06 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Melihat Tradisi Maccobo di Bontang, Menampar Pipi Pengantin Pria dengan Uang 

Humaniora - Asriani
31 Oktober 2020
 
Melihat Tradisi Maccobo di Bontang, Menampar Pipi Pengantin Pria dengan Uang  Potongan video prosesi adat Maccobo pengantin di Bontang

KLIKKALTIM.COM - Postingan instagram akun @rinha93 menjadi sorotan. Di dalam postingan itu, tampak sepasang mempelai pengantin sedang duduk di kursi pelaminan dengan pakaian adat warna hijau mengkilat.

Lalu seorang perempuan naik ke pelaminan. Memberi selamat kepada mempelai. Mula-mula perempuan dengan gaun putih motif bunga menempel uang ke dahi mempelai wanita.

Giliran pengantin pria. Perlakuanya berbeda lengan kanan perempuan itu mendarat di pipi mempelai pria. Prak.. tamparan keras.

Namun, aksi perempuan itu justru mengundang gelak tawa. Terdengar pekikan suara penonton pecah.

Ternyata aksi itu merupakan bagian dari ritual. Ritual itu bagian dari prosesi maccobo. Maccobo tradisi menempel uang ke pipi pria dengan ayunan keras alias tampar yang biasa dilakukan adat Mamuju, Sulawesi Barat.

Pernikahan dengan adat Maccobo terjadi di Jalan Zamrud, Kelurahan Berbas Tengah, Bontang.

Dijelaskan Jamaia, Ibu pengantin pria. Tradisi Maccobo sudah turun temurun dari orang tua.

Tujuan Maccobo itu dilakukan sebagai pengganti sumbangan amplop seperti biasanya. Dan diawali dari orang tua pengantin pria, selanjutnya pihak keluarga dan kawan-kawannya.

Untuk makna dari tradisi Maccobo itu sendiri tidak ada kaitannya dengan hal-hal lain. Hanya saja dari orang tua mendoakan dalam hati yang terbaik kepada anaknya.

"Untuk makna tidak ada, karena memang sudah turun temurun dari orang tua. Jadi kami juga ikuti tradisinya," tuturnya, saat ditemui dikediamannya.

Ia mengatakan, tradisi Maccobo sebenarnya uang ditempel di jidat, lalu ditempel di dada, kemudian diletakkan di bawah depan kaki menggunakan nampan sebagai tempat uang. Hanya saja karena seru-seruan, uang tersebut ditamparkan di pipi.

Pun demikian Januar pengantin laki-laki, menyebutkan bahwa tamparan di pipi hanya sebagai seru-seruan saja. Kalau untuk tradisi Maccobo itu sendiri, uang ditempel dijidat bukan di pipi.

Untuk setiap tamparan ada yang keras ada yang pelan. "Yang menampar keras, rasanya memang sakit, cuma karena rame-ramean jadi dianggap biasa saja," bebernya.

Sementara uang yang digunakan untuk Maccobo atau menempelkan uang di jidat tidak diperhitungkan berapa besarannya.

Uang tersebut diberikan kepada kedua mempelai, untuk dipergunakan dalam keluarga dengan mestinya.




BERITA TERKAIT


TINGGALKAN KOMENTAR