ENI Cs Deal Pemrosesan Gas dengan Kilang Bontang
Foto: Penandatanganan Perjanjian Pemrosesan Gas di Kilang LNG Badak. Doc SKK Migas
Menurut Dwi, Kilang LNG Badak (Bontang), memegang peranan yang sangat krusial dalam upaya pencapaian lifting gas nasional, di mana pada tahun 2022 sekitar 41% dari volume produksi LNG nasional atau sebesar 81 kargo diproses di Kilang LNG Badak.
Dari penjualan LNG tersebut, mampu menghasilkan penerimaan negara sebesar US$ 2,76 miliar atau sekitar Rp 41 triliun.
Pada kesempatan tersebut, Dwi juga meminta Badak LNG untuk melakukan upaya efisiensi penggunaan gas (own use) untuk operasional kilang LNG, sehingga penerimaan negara dapat lebih dioptimalkan.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengucapkan apresiasi kepada SKK Migas karena selalu mendorong peningkatan produksi migas di hulu, sehingga kemandirian energi dapat ditingkatkan bersama. Untuk itu, menurutnya Kilang LNG Bontang harus dioperasikan secara optimal dan efisien.
Menurut Nicke, ke depan, peran gas sangat penting dalam transisi energi.
"Kita memerlukan transisi energi yang sifatnya handal yaitu gas dan kita memiliki potensi gas yang masih bisa kita tingkatkan," kata Nicke.
Saat ini, lanjut Nicke, kebutuhan gas terus mengalami peningkatan, baik dari industri, rumah tangga dan transportasi. Dan upaya pemerintah menuju net zero emission menurutnya juga harus terus didukung.
Baca juga: Proyek Kilang dan Jalan Tol Samarinda-Bontang Batal, Wali Kota Basri Tempuh Cara Ini
Pada kesempatan yang sama, President Director & CEO Badak LNG Gema Iriandus Pahalawan juga turut menyampaikan terima kasihnya kepada para pihak yang terus mempercayakan pengelolaan Kilang LNG Bontang kepada PT Badak NGL.
"Terima kasih, kami akan memanfaatkan amanah ini sebaik-baiknya dan bekerja bersama untuk mewujudkan kemandirian energi." tutup Gema.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: