•   18 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Siswa SD di Tanjung Laut Ditarik Paksa Pengendara Motor di Jalan Sepi

Bontang - M Rifki
03 Februari 2023
 
Siswa SD di Tanjung Laut Ditarik Paksa Pengendara Motor di Jalan Sepi Gedung Sekolah SD Negeri 001 Bontang Selatan. (Klikkaltim)

Kendati demikian, pihak sekolah sampai saat ini masih mencari informasi lebih detail. Serta akan meminta arahan dari Babinsa, dan Babinkamtibnas untuk bisa mencari solusi. 

Baca juga : Perempuan Dibakar Hidup-Hidup, Dituduh Culik Anak di Sorong

Saat disinggung akan melaporkan ke Polisi. Novita mengaku juga akan melaporkan kejadian tersebut. Hal itu ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada siswa dan siswi saat ingin bersekolah serta pulang dari sekolah. 

"Kami terus selidiki. Ini mau telpon pak Babinsa, atau Babinkamtibnas untuk melaporkan ke polisi. Biar ditelusuri pelakunya yang membuat gangguan terhadap murid-muridnya," sambungnya. 

Sementara kata Novita untuk pesan berantai menggunakan Voice Note atau pesan suara belum mengetahui kebenarannya. 

Bahkan, dirinya baru tahu ada pesan suara yang disebarkan melalui media sosial.

"Kalau pesan suara belum tau mas yah kebenarannya. Saya akan telusuri dulu yang jelas," ucapnya. 

Dikonfirnasi terpisah Kapolsek Bontang Selatan AKP Abdul Khoiri mengaku belum menerima laporan atas kejadian gangguan kamtibnas di libgkungan sekolah SD N 001 BS. 

"Belum ada mas. Cuman kita imbau orang tua harus berhati-hati," singkat AKP Abdul Khoiri.

Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Bontang

Pesan berantai kejadian penculikan anak di Bontang kembali beredar. Kali ini, penculikan anak dikabarkan terjadi di Tanjung Laut, Bontang Selatan.

Pesan ini berseliweran melalui aplikasi pesan instan WhastApp, Jumat (3/2/2022). Dalam narasi itu dijelaskan terjadi percobaan penculikan anak di Jalan Habibon, Tanjung Laut, Bontang Selatan. Korban merupakan siswa SD OO1 Bontang Selatan yang pulang sekolah sekira Pukul 17.00 Wita. Saat itu korban sedang berjalan kaki.

"Kejadian pulang sekolah dari SD 001 dekat Al Hijrah, jalan kaki mau pulang ke rumah di antara jalan dekat Cahaya Fikri," bunyi pesan berantai yang beredar. 

Tiba-tiba anak tersebut dihampiri seorang pria yang menggunakan sepeda motor tanpa nomor plat. Penculik yang memakai kaca mata dan masker hitam itu pun meminta korban untuk naik ke sepeda motor. Tapi ajakan itu ditolak.

Sejurus kemudian pelaku melakukan pemaksaan. Leher korban dicekik dan mulutnya ditutup dengan tangan. Tapi korban melawan dengan mengambil kacamata lalu menusuk ke mata pelaku. Setelah itu korban berlari sambil berteriak meminta pertolongan. 

"Biasanya toko loundry dan air isi galon yang dekat Cahaya Fikri rame tapi tadi kondisi sepi. Si Bapak (penculik) masih mengejar anak tersebut tapi karena berteriak terus si Bapak balik arah dan kabur (ejaan telah diedit redaksi," bunyi pesan itu.  
   
Selain narasi teks, pesan itu juga dibarengi dengan informasi pesan suara. Di dalam pesan itu ada seseorang yang kemungkinan ibu guru memberikan arahan wali murid untuk waspada, karena terjadi percobaan penculikan di area sekolah. Tepatnya di area lapangan dekat masjid.

"Wali murid kelas 2 A saya imbau agar jangan sampai terlambat menjemput anak. Jangan diwakilkan harus orang tua sendiri," katanya.

Lalu ibu itu memaparkan informasi percobaan penculikan seorang siswa bernama Zaskia. Siswa itu sempat ditarik oleh seorang pria yang menyamar menjadi perempuan dengan mengenakan jilbab. 

"Zaskia ditarik, tapi enggak mau. Kemudian Zaskia tendang dan teriak. Orang itu langsung kabur," kata ibu tersebut. 

Namun tak ada informasi alamat sekolah atau masjid yang dimaksud dalam pesan suara itu. Jika dikaitkan dengan kejadian yang menimpa siswa SD 001 Bontang Selatan, informasi yang beredar melalui WhatsApp terkesan berlebihan. Pasalnya, ada sejumlah adegan yang tidak sesuai dengan keterangan korban. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR