Serapan Anggaran Baru 30 Persen jadi Sorotan DPRD Bontang
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam.
KLIKKALTIM - APBD diproyeksi mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp2,2 triliun, menjadk Rp 2,6 triliun pada pengesahan APBD Perubahan 2023.
“Alhamdulillah ada kenaikan, terutama dari pendapatan transfer pemerintah pusat,” kata Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam.
Meski begitu, terdapat penyusutan proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) yakni sebesar Rp30 miliar. “Secara umum itu garis besar berdasarkan penyusunan RKAD,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Faiz menjelaskan pengurangan PAD disebabkan beberapa sektor pajak dan retribusi yang menurun. Di antaranya, retribusi pasar, KIR, rumah potong hewan (RPH), pajak air tanah, pajak penerangan jalan, serta beberapa item lain.
“Untuk pajak penerangan jalan ini ada penyesuaian, sehingga proyeksinya 2024 baru akan mengalami kenaikan,” ujarnya.
Ketua DPD Golkar Bontang itu menuturkan hingga semester pertama, penyerapan anggaran rata-rata OPD hanya berkisar 30 persen.
“Artinya ada sekitar Rp1 triliun yang harus dihabiskan dalam empat bulan. Nah itu yang menjadi tugas bersama. Bagaimana mengawasi perencanaan serta pelaksanaannya tepat sasaran dan tepat waktu, pertanggungjawabannya pun tidak ada masalah,” tandasnya.
Maka dari itu, ia berharap penyerapan anggaran bisa dimaksimalkan dengan baik. Selain untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur, ia menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: