•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Median Jalan Dibongkar, Ketua Komisi III: Buang Anggaran dan Bukti Perencanaan Pemkot Buruk

Bontang -
03 Februari 2021
 
Median Jalan Dibongkar, Ketua Komisi III: Buang Anggaran dan Bukti Perencanaan Pemkot Buruk Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina.

KLIKBONTANG.com  -- Ketua Komisi III DPRD Bontang  Amir Tosina, menyayangkan pembongkaran  kanstin beton yang menjadi akses pembatas jalur menuju Jalan Pattimura, Api-Api, Sabtu (30/1/2021) lalu. Hal tersebut menjadi bukti kelemahan Pemkot dalam perencanaan.

“Ini kok kesannya asal main bangun saja, yang penting anggaran terserap. Apakah tidak ada kajian dan koordinasi dengan pihak terkait dulu? Misalnya dengan Dishub dan Polantas, serta meminta masukan masyarakat,” kata Amir saat diwawancara Rabu (3/2/2021) malam.

Karena perencanaan yang tidak matang, anggaran yang diperuntukkan membangun infrastruktur itu pun menguap. Padahal di saat pandemi seperti ini, Pemkot seharusnya lebih berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran.

“Akhirnya anggaran jadi sia-sia. Padahal di masa pandemi dan anggaran yang terbatas, Pemkot dituntut untuk amat sangat tepat dalam pengalokasian anggaran. Jangan main-main,” tegasnya.

Belum lagi persoalan bahwa Pemkot memberikan izin kepada sejumlah kelompok masyarakat untuk membongkar infrastruktur tersebut. Ini juga memberikan kesan lepas tanggungjawab. Pasalnya dari awal pemasangan pembatas jalan itu menggunakan APBD. Seluruh fasilitas yang dibangun menggunakan pajak publik, masuk dalam daftar aset daerah. Maka sudah semestinya fasilitas itu jadi tanggungjawab pemerintah.

“Kalau digampangkan, khawatirnya pola yang sama akan kembali terulang di persoalan berbeda. Apalagi pembongkaran juga tidak melalui komunikasi dengan DPRD Bontang. Terutama kami di Komisi III,” katanya.

Amir mengaku Komisi III akan memanggil seluruh pihak terkait untuk meminta penjelasan terkait hal ini. Rencananya rapat akan digelar dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, Anggaran yang dihabiskan untuk membangun fasilitas itu tidak sedikit. Pemkot Harus merogoh kocek Rp 150 juta. Tapi anggaran itu bukan hanya untuk membangun  kanstin beton, sudah termasuk di dalamnya biaya renovasi jembatan dan trotoar.

Kegiatan Dinas PUPRK Bontang itu awalnya dibangun untuk menekan angka kecelakaan. Karena di daerah persimpangan itu dianggap rawan laka lantas. Belakangan penutupan mendapat keluhan dari masyarakat dan berujung pembongkaran.

 



 




TINGGALKAN KOMENTAR