Laporan Berbeda dari Insiden Pohon Mangga; Picu Aksi Massa di Api-Api, Polisi Dalami Fakta
Polisi menggelar pra reka adegan kasus maling mangga yang menyebabkan seorang pemuda meninggal hingga berbuntut aksi penyerangan di Kelurahan Api-Api. (Klik Kaltim)
BONTANG — Kasus kematian seorang warga Berbas Pantai yang berujung penyerangan rumah warga di Kelurahan Api-Api kini ditangani pihak kepolisian.
Satreskrim Polres Bontang mulai mengumpulkan rangkaian peristiwa di lapangan, termasuk meminta keterangan dari saksi yang bersama korban sebelum kejadian.
Polisi menjelaskan, peristiwa bermula saat dua pemuda berinisial Ri dan Mr berada di Gang Bersama 7, RT 32, Kelurahan Api-Api. Saat itu, Ri disebut memanjat pohon mangga, sementara Mr menunggu di atas sepeda motor.
Namun aksi mereka diketahui warga. Mr kemudian langsung meninggalkan lokasi menggunakan motor, sementara Ri masih berada di atas pohon berusaha lalu melompat. Naasnya, ia terjatuh dan kepalanya terbentur tembok pagar.
Belakangan Ri meninggal karena alami luka berat di kepala. Tetapi, keterangan yang disampaikan Mr kepada keluarga korban diduga berbeda dengan hasil penyelidikan sementara polisi. Kepada keluarga, Ri disebut menjadi korban penganiayaan. Informasi tersebut memicu emosi warga hingga mendatangi lokasi kejadian.
Usai pemakaman, sejumlah warga kembali mendatangi TKP dan memotong pohon mangga di lokasi. Tak hanya itu, seorang warga sekitar juga diduga menjadi korban penganiayaan massa. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV.
“Keterangan yang dilaporkan ke keluarga berbeda dengan yang disampaikan kepada kami. Saksi tidak melihat korban dikeroyok,” ujar Kapolres Bontang melalui Plt Kasat Reskrim AKP Mohamad Yazid kepada wartawan.
Polisi Terima Dua Laporan
Saat ini, polisi telah menerima dua laporan, masing-masing dari pihak keluarga korban meninggal dan korban dugaan penganiayaan massa.
AKP Mohamad Yazid mengimbau seluruh pihak agar menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Penyidik juga telah menurunkan tim Inafis untuk melakukan olah TKP. Selain itu, polisi masih melengkapi keterangan medis terkait penyebab pasti kematian korban.
Sebelum meninggal dunia, Ri diketahui sempat menjalani CT Scan di rumah sakit. Hasil pemeriksaan tersebut kini turut menjadi bagian dari alat bukti penyidikan.
“Semua masih berproses. Nanti kalau sudah ada perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: