Dinsos Kesulitan Penanganan, RSUD Bontang Bakal Siapkan Ruang Perawatan ODGJ
Potret ODGJ yang kerap melintas di jalan raya/DOK
KLIKKALTIM.com -- RSUD Taman Husada Bontang bakal menyiapkan ruangan khusus bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
Hal itu disampaikan Plt Direktur RSUD Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati kepada Wartawan belum lama ini.
Toetoek mengatakan, dalam waktu dekat RSUD bakal berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), terkait rencana ini.
Katanya, mengacu Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 54 Tahun 2017 Tentang penanggulangan pemasungan terhadap ODGJ merupakan tugas dan tanggungjawab dari Dinkes.
"Disampaikan dulu ke Dinkes, rumah sakit daerah harus ada perawatan khusus untuk ODGJ. Tapi saya belum tahu bentuk pelayanannya seperti apa, mesti dokter jiwanya memang ada," tutur Toetoek.
Dia menjelaskan, ruang perawatan untuk pasien ODGJ perlu standar khusus. Berbeda dengan pasien umum, bilik penyakit jiwa harus dilengakapi pengaman.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Abdu Safa Muha mengatakan, sangat setuju dengan rencana itu.
Selama ini dinas kesulitan untuk merawat pasien yang memiliki penyakit kejiwaan ini. Tak jarang, mereka kabur saat ditangani dinas.
"Alhamdulillah, kalau memang bakal ada ruang isolasi, sehingga ODGJ tidak kabur lagi setelah kita amankan," kata Muha.
Namun, jika ODGJ ini masih memiliki keluarga. Maka pasien itu masih tanggung jawab pihak keluarga. "Regulasinya seperti itu" lanjutnya.
Karena tanggung jawab pemerintah hanya memberikan obat, untuk selanjutnya mengontrol dan mengawasi ODGJ itu diberikan kekeluarganya kembali.
"Tapi masalahnya banyak keluarga, yang menelantarkan mereka, maka yang terpenting adalah kesadaran dan peran keluarga," ungkapnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: