•   13 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Dinkes Sebut Anak SD yang Meninggal Positif DBD, Penyebab Kematian Masih Didalami

Bontang - M Rifki
13 Agustus 2026
 
Dinkes Sebut Anak SD yang Meninggal Positif DBD, Penyebab Kematian Masih Didalami Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati. (Klik Kaltim)

BONTANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang masih menelusuri penyebab kematian seorang siswa SD swasta yang sebelumnya diduga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, tim masih mendalami penyebab utama kematian korban. Berdasarkan hasil diagnosis saat menjalani perawatan, siswa tersebut memang dinyatakan positif DBD.

Kendati demikian, Dinkes belum bisa menyimpulkan apakah kematian tersebut murni disebabkan DBD atau terdapat penyakit penyerta lainnya.

Diketahui, korban telah mendapatkan perawatan medis selama sepekan. Awalnya, korban dirawat di rumah sakit swasta sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang.

Di RSUD Taman Husada, pasien sempat mendapatkan perawatan intensif. Pasien juga ditempatkan di ruangan khusus setelah mengalami penurunan kesadaran.

"Diagnosanya DBD. Tetapi penyebab utama kematiannya apakah murni dari DBD atau dari penyakit penyertanya, kami masih menunggu laporan dari RSUD," ucap Toetoek.

Lebih lanjut, Dinkes Bontang saat ini melakukan upaya pencegahan agar populasi nyamuk Aedes aegypti tidak meluas. Salah satunya dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi kasus.

Penyemprotan atau fogging akan dilakukan apabila seluruh persyaratan terpenuhi. Tim tidak bisa serta-merta melakukan fogging tanpa adanya identifikasi yang jelas.

"Sudah kami tindaklanjuti, Dek. Semua proses dilakukan. Kami imbau masyarakat tetap menjalankan pola hidup bersih," sambungnya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat menerapkan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Langkah tersebut bertujuan mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD di lingkungan sekitar.

Sebelumnya diberitakan, salah seorang siswa kelas 1 SD swasta di Bontang dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (12/8/2026) pagi di RSUD Taman Husada.

Dari informasi yang diterima Klik Kaltim, siswa tersebut meninggal dunia setelah diduga terserang DBD dan menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan terakhir.






TINGGALKAN KOMENTAR