Andalalin Alesco Terbit, Izin Amdal Masih Terkendala Titik Pembuangan Limbah
,Idrus, Kasi pelayanan perizinan dan non perizinan pembangunan, Dinas Penanaman Modal - PTSP Bontang. (ist)
KLIKKALTIM.COM - Progres pembangunan iso tank PT Alesco Putera Infanteri Energi masih dalam tahap pengurusan perizinan. Saat ini perusahaan telah mengantongi 3 izin, yaitu izin prinsip (tata ruang), izin site plant, dan izin analisis dampak lalu lintas (Andalalin).
"Izin Andalalin baru terbit 7 April kemarin. Jadi berkas fisik yang sudah rampung dan kami pegang ada tiga," ujar Idrus, Kasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pembangunan, Dinas Penanaman Modal-PTSP, via Whatsapp kepada Klikkaltim.com, Rabu (14/4/21).
Perusahaan juga sudah mengantongi izin lokasi. Namun, masih belum berlaku efektif di sistem Online Single Submission (OSS), lantaran masih ada beberepa kriteria yang harus dipenuhi. OSS adalah pintu gerbang satu-satunya untuk semua bentuk perusahaan yang akan mengajukan izin usaha di Indonesia. Baik perusahan lokal (PT PMDN) atau penanaman modal asing (PT PMA).
Sementara untuk izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Idrus mengatakan masih dalam tahap sidang. Masih ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan salah satunya mengenai pembuangan limbah.
"Masih ada beberapa perbaikan. Kalau dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim terkait pembuangan limbahnya masih dipertanyakan titiknya di mana," bebernya.
Sedangkan untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih menunggu seluruh proses izin tersebut selesai, baru izin IMB bisa dilakukan.
"Izin IMB belum, kalau semua izin sudah selesai baru bisa izin IMB dan lanjut tahap pembangunan," timpalnya.
Idrus menambahkan, perusahaan multi nasional ini menargetkan perizinan berkas bakal selesai di tahun 2021. Rencananya lokasi proyek akan berdiri di Pagung, Kelurahan Bontang Lestari di atas lahan 19 hektar dan bakal dibangun di tahun 2022.
"Tahun ini target perizinan selesai dan tahun 2022 pembangunan dimulai," terangnya.
Adapun rencana pekerjaan bakal memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 tahun dan membutuhkan tenaga kerja sekitar 1.500 orang. Kemudian tahun 2023 diprediksi pabrik pengemasan gas LNG ini mulai beroperasi. Perusahaan bakal mempekerjakan 400 tenaga kerja.
Idrus menambahkan progres pembangunan iso tank ini cukup memakan waktu lama, lantaran terkendala ketersediaan lahan dan perizinan. Akibatnya, proyek ini sempat terkatung-katung dan investor nyaris menarik diri.
"Kan sebenarnya yang dibutuhkan 30 hektar tapi yang ada hanya 19 hektar, ditambah perizinan itukan nggak mudah," tandasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: