•   20 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Masih Sebatas Wacana; Suharno Pertanyakan Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Bontang

Advertorial - Asriani
19 Juni 2026
 
Masih Sebatas Wacana; Suharno Pertanyakan Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Bontang Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Suharno. 

BONTANG -  Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal, diwarnai pertanyaan dari Komisi B DPRD Bontang terkait proyek investasi yang sempat diwacanakan pemerintah. 

Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Suharno mempertanyakan kelanjutan rencana pembangunan pelabuhan peti kemas dan industri pengalengan ikan.

Dalam rapat pembahasan Raperda itu, Suharno mengingatkan bahwa dua program tersebut pernah menjadi pembahasan hangat di tengah masyarakat. 

“Ada dua wacana, pelabuhan peti kemas dan pengalengan ikan," ujarnya.

Ia mengatakan, DPRD Bontang perlu mendapatkan kejelasan terkait kelanjutan rencana tersebut. Menurut dia, kepastian arah investasi penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah dalam merealisasikan berbagai potensi yang pernah diwacanakan.

"Sejauh mana perkembangannya, apakah masih akan dilanjutkan atau atau tidak," tanya Suharno.

Menyikapi hal itu, Analis Kebijakan Ahli Madya, Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Karel menjelaskan, penjajakan pembangunan pelabuhan peti kemas masih terus dilakukan. 

Pemerintah Kota Bontang sebelumnya telah melakukan kunjungan kerja ke Makassar untuk bertemu dengan PT Samudra Indonesia. Agenda tersebut awalnya dijadwalkan dihadiri Wakil Wali Kota Bontang. Namun karena berhalangan, kunjungan didelegasikan kepada Penjabat Sekretaris Daerah.

Kata karel, pertemuan tersebut, pemerintah memaparkan posisi strategis Bontang sebagai daerah yang potensial untuk pengembangan pelabuhan peti kemas atau pelabuhan bongkar muat. 

"Lokasi yang ditawarkan di kawasan Teluk Kadere, Kelurahan Bontang Lestari, yang berdasarkan RTRW memang diperuntukkan bagi aktivitas kepelabuhanan," katanya.

Sementara, untuk rencana industri pengalengan ikan, DPM-PTSP Bontang mengakui pembahasannya sudah cukup lama tidak berlanjut. Kendala utama terletak pada ketersediaan bahan baku yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara berkesinambungan.

"Kontinuitas pasokan menjadi salah satu pertimbangan utama investor dalam menentukan kelayakan investasi pengolahan ikan di Bontang," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR