Cek Fakta; Bisakah Libatkan Penjahit Lokal untuk Program Seragam Sekolah?

Pilkada 2020 - Redaksi Klik Kaltim
20 November 2020
Cek Fakta; Bisakah Libatkan Penjahit Lokal untuk Program Seragam Sekolah? Foto; Tribun Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Debat kedua Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bontang, yang berlangsung di Hotel Mercure, Samarinda memberikan cukup pencerahan kepada publik. Masing-masing pasangan calon mengeluarkan jurus-jurus sakti berupa janji kampanye. Kami berupaya menelusuri janji-janji politik para calon, dan mencari fakta, apakah janji tersebut mungkin terealisasi atau hanya sekadar gula-gula belaka. 

Kita mulai dari pasangan calon nomor urut 1, Basri Rase dan Najirah. Dalam kesempatan debat, Basri Rase melemparkan program pemberdayaan penjahit lokal. Program itu adalah, menggandeng para penjahit itu dalam program pemberian seragam sekolah gratis untuk anak sekolah. Program ini memantik perdebatan. Pasangan nomor urut 2, Neni Moerniaeni mengatakan, program pemberian seragam sekolah gratis itu tak bisa melibatkan penjahit lokal.

Namun, Basri meyakinkan bahwa program itu bisa dilaksanakan. Tak asal mengklaim, Basri menyebut sudah ada daerah yang berhasil melakukannya. Melibatkan penjahit lokal

"Sudah ada contoh di daerah lain, jadi insya Allah bisa saja, tugas pemerintah akan memberi back-up dengan cara menciptakan Peraturan Wali Kota untuk melaksanakan program ini," ujarnya saat debat sesi tanya jawab berlangsung.

Basri menyebutkan program unggulan tersebut diharapkan nantinya akan meningkatkan sentra-sentra UKM, dan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat di kemudian hari.

Berdasarkan hasil penelusuran Klikkaltim.com, klaim Paslon nomor urut 1 tentang pemberdayaan penjahit lokal sudah banyak diterapkan di beberapa daerah adalah benar.

Beberapa daerah yang telah menerapkan program tersebut diantaranya adalah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Dan Kabupaten Sinjai, Sulawesi-Selatan.

Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, telah menerapkan program penyediaan seragam sekolah dengan menggandeng penjahit lokal pada tahun 2019 dan menganggarkan sekitar Rp 6,7 milyar, yang bersumber dari APBD Tanjungpinang 2019.

Pemkot Tanjungpinang memberdayakan para penjahit golongan ekonomi kecil dan lokal diantaranya, 43 usaha penjahit rumahan dengan melibatkan 200 penjahit lain yang tersebar di wilayah kota Tanjungpinang.

Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi-Selatan, program penyediaan seragam sekolah gratis dengan menggandeng penjahit lokal pun sudah dilakukan sejak tahun 2019, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa melibatkan sejumlah para penjahit lokal yang ada di Sinjai.

Hingga saat ini Pemerintah tetap berkomitmen memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dalam hal ini penjahit lokal di kota Sinjai, untuk pembuatan seragam sekolah.

“Insya Allah, kami tetap komitmen melibatkan UMKM di Sinjai dalam pembuatan seragam sekolah program Bupati Sinjai,” pungkasnya, 8 mei 2020. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR