Bontang Lawan Corona, Sejumlah Kafe yang jadi Tempat Nongkrong Hanya Terima Take Away

Kaltim -
25 Maret 2020
Bontang Lawan Corona, Sejumlah Kafe yang jadi Tempat Nongkrong Hanya Terima Take Away Atas: Sengkang Kopi Lok Tuan tidak lagi menerima konsumen di tempat guna menekan potensi penyebab virus corona. Bawah: penanda jarak mulai diterapkan di Pelabuhan Lok Tuan. (Foto-foto: Fit Wahyuningsih/Klikkaltim).

KLIKKALTIM.com -- Berbagai upaya terus digalakkan guna meminimalisir penyebaran virus corona di Bontang. Baik itu datang dari upaya pemerintah, maupun inisiatif warga kota sendiri.

Misalnya, sejak COVID-19 resmi ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Bontang pada Senin (23/10/2020) petang, tak sedikit rumah makan, cafe, hingga tempat kongko tidak lagi melayani konsumen di tempat (dine in). Namun hanya melayani pengiriman (delivery) makanan atau minuman menggunakan jasa ojek online atau yang beli di tempat namun dibawa pulang (take away).

"Pokonya pas resmi di Bontang ada corona (Senin, red) sajak saat itu kami uda enggak terima konsumen di tempat. Cuma delivery dan take away," beber Barista Sengkang Kopi, Saputra, Rabu (25/3/2020) siang.

Sengkang Kopi salah satu dari sekian banyak tempat kongko di Bontang yang memilih menutup kunjungan langsung konsumen. Dengan kesadaran bahwa potensi penyebaran virus corona demikian mengkhawatirkan, khususnya di lokasi atau kawasan yang dipenuhi banyak orang. Ini juga bentuk dukungan kepada mereka yang berada di garis terdepan melawan virus corona— utamanya petugas medis dan pemerintah.

"Kami berupaya agar virus corona ini enggak menyebar lebih luas. Upaya yang bisa kami lakukan yah ini, tidak terima konsumen di tempat hingga semua reda," tegas Putra.

Sementara itu, sejumlah ruang publik di Bontang mulai menerapkan penanda jarak guna menekan kepadatan. Seperti yang terlihat di kantor Pelabuhan Lok Tuan. Seluruh kursi tunggu, jalan masuk tempat kapal berlabuh, dan antrean menuju loket, dipasangi penanda jarak. Ini dilakukan agar pengunjung bisa saling menjaga jarak (Social distancing), tidak saling berdesakan seperti biasanya.

Dikatakan Koordinator Pengelola Pelabuhan PT Aneka Usaha dan Jasa (AUJ), Ali Akbar, pemasangan ini merupakan tindak lanjut edaran Wali Kota Bontang dalam rangka melawan COVID-19. Selekasnya pihaknya bekerjasama dengan Pelindo memasang penanda jarak. Karena sadar bahwa penyebaran virus corona amat rentan di pelabuhan.

"Udha dari Senin (16/3/2020) kami pasang penanda jarak itu," ujar Ali Akbar kala disambangi KlikBontang di kantornya beberapa waktu lalu.

Adapun jarak yang diterapkan ialah 1 meter. Ini dinilai jarak aman agar kalau-kalau ada pengidap Covid-19 di sekitar pelabuhan, maka orang di sekitarnya tak ikut tertular. Penanda ini ini bakal terus dipasang, hingga virus corona mereda.

"Enggak tahu sampai kapan. Yang jelas sampai reda lah virus ini," beber Ali Akbar.

Reporter : Fitri Wahyuningsih

TINGGALKAN KOMENTAR