Komisi II DPRD Kaltim Bahas Strategi Peningkatan Peternakan

DPRD Kaltim - Yoyok S
16 Januari 2020
Komisi II DPRD Kaltim Bahas Strategi Peningkatan Peternakan Achmed Reza Fachlevi

KLIKKALTIM.com - Komisi II DPRD Kaltim telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Peternakan Provinsi Kaltim belum lama ini.

Penguatan komunikasi antar kedua lembaga itu untuk membahas strategi peningkatan ternak unggas dan daging sapi potong.

Kepada media ini, anggota DPRD Kaltim, Ahmed Reza Pachlevi (15/1/2020) mengatakan, enam strategi, dan enam arah kebijakan meliputi pengembangan kawasan peternakan, perlindungan, serta peningkatan pembiayaan dan peningkatan usaha peternakan ayam ras petelur dan ayam buras.

Untuk sapi potong, arah kebijakan itu melingkupi peningkatan produksi bibit dan ternak bekualitas sapi, peningkatan pengawasan usaha budidaya peternakan, penerapan teknologi, lalu peningkatan penyebarluasan informasi program, serta pengembangan sumber daya genetika, dan hijauan pakan ternak.

Selain itu, pengendalian penyakit hewan menular strategis dan pembebasan penyakit jembrana sapi, lalu penguatan dan pemberdayaan, peningkatan pengawasan distribur obat hewan dan pelayanan kesehatan kesehatan hewan.

Lebih lanjut kata Fraksi partai Gerindra, peningkatan surveilans dan pengujian penyakit hewan dan pengujian produk asal hewan.

Lebih lanjut, anggota DPRD Kota Samarinda periode lalu itu menambahkan, pengembangan usaha olahan produk peternakan, peningkatan promosi dan pemasaran, peningkatan pengendalian, pengawasan dan penindakan pemotongan betina produktif dan peningkatan pengawasan pangan ternak.

"Mengenai program 2020, capaian kerja 2019, program harus tepat sasaran, peningkatan pad. Program ini dapat menyentuh masyarakat langsung," ujar Reza sapaannya saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan komunikasi pribadi.

Program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Kaltim tahun 2020 ini mencapai anggaran total Rp37,2 miliar. Ada enam program yang meliputi program hilirisasi produk pertanian dengan jumlah Rp2,9 Miliar, lalu program pengembangan usaha peternakan Rp9,7 miliar. Selain itu program pencegahan juga termasuk didalamnya.

Disektor pengunggasan, Ada enam pihak swasta yang turut berperan dengan breeding Farm JAPFA, ISB, SUJA, RPS, CPJF serta BUS. Breeding Farn baru di Berau yakni, Berau Unggas Sejahtera (BUS).
Sementara itu, tahun 2019 lalu rencana dibangun Food Finishing (Sosis dan Nugget) dari APARS di km 45 Samboja. Untuk tahun 2020 ini, rencana juga akan dibangun Rumah pemotongan unggas (RPU) moderen PT Ciomas di Jalan Soekarno - Hatta, Km 27 atau jalan poros Balikpapan - Samarinda.

Dengan potensi perbulan 5.610.147 ekor dan potensi pertahun sebanyak 67.321.764 ekor.
Selain itu, untuk kemanfaatan lahan bekas tambang, peternakan sapi potong juga akan dilakukan untuk ternak sapi di lahan eks tambang, dengan luasan wilayah konsesi operasi produksi seluas 1.851.053 hektar.

Dari luas lahan reklamasi dan revegetasi seluas 91.932 hektar, bila diintegrasikan dengan ternak sapi maka dapat menampung ternak sebanyak 183.864 ekor.

Enam daerah yang akan dikembangkan ternak sapi di lahan eks tambang meliputi Kabupaten Kukar, Paser, Berau, Kutim, Kubar, dan Kota Samarinda dengan total keseluruhan sebanyak 5.652 ekor.

"Peternakan kedua komoditas ini untuk memenuhi kebutuhan pasar daging di Kaltim dan pasar di luar daerah," pungkas Reza.

TINGGALKAN KOMENTAR