27 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Temui Warga, Walikota Neni Minta Waktu Evaluasi Tarif


Temui Warga, Walikota Neni Minta Waktu Evaluasi Tarif
Suasana mediasi massa dengan Walikota Bontang di kantor rapat PDAM Tirta Taman Kota Bontang, Senin (7/5/2017)

BONTANG.KLIKKALTIM - Aksi demonstrasi ratusan warga di depan kantor PDAM Tirta Taman Kota Bontang langsung mendapat atensi dari Walikota Bontang, Neni Moerniani. Walikota Neni segera hadir ke lokasi demonstrasi untuk berdialog dengan peserta aksi.

Walikota Neni hadir sekitar pukul 10.45 Wita, dikawal penuh oleh dua orang petugas melekat, serta aparat keamanan. Neni melanggeng melalui kerumunan massa langsung menuju ke ruang rapat kantor PDAM Tirta Taman. Dia didampingi, Kapolres Bontang AKBP Andy Eryn.

Neni yang mengenakan setelan blus batik, dengan celana hitam melintas saat orator tengah menyuarakan aspirasi mereka. Tak berselang lama, belasan perwakilan massa diundang untuk berdialog terkait tuntutan pembelakuan tarif dasar air yang lama.

Sekitar 15 perwakilan massa diperbolehkan masuk ke ruang rapat kantor PDAM Tirta Taman lantai 2. Dialog semula berjalan mulus, namun kala Direktur PDAM Suramin mengambil alih microfon kemudian hendak menjelaskan kondisi produksi perusahaannya, Ketua PEKAT Bontang Jerry memotong presentasi Suramin.

Jerry mengaku presentasi yang dilakukan tidak memberikan jawaban atas tuntutan warga Bontang. Ia meminta jawaban terkait kebijakan tarif baru yang dianggap menyengsarakan masyarakat. Kemudian, tanggapan Jerry disambut perwakilan lainya mempertanyakan hal serupa.

Lalu, mereka meminta agar Walikota Bontang segera mencabut kebijakan No 176/2017 Tentang Tarif PDAM, kemudian menerapkan tarif lama. Akibatnya, sempat tarik ulur antara pemerintah dengan perwakilan massa.

Pasalnya, Neni menolak menandatangani surat pernyataan yang diajukan massa terkait, tuntutan mereka agar membatalkan penyesuaian tarif baru. Kemudian Neni meminta agar delegasi bersabar, pihaknya lebih dulu mempertimbangkan usulan tersebut dengan DPRD Bontang dan stakeholder terkait.

Neni berjanji memberikan hasil koordinasi minimal 1x24 jam atas tuntutan massa.

“Tidak bisa dipaksa seperti ini, saya harus koordinasi lebih dulu dengan DPRD dan Badan pengawas terkait hal itu,” ujar Neni.

Massa yang tak puas kemudian, melanjutkan aksi mereka ke Rumah Jabatan Walikota Bontang. Mereka menunggu hasil rapat internal Walikota dan jajarannya terkait tuntutan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan kedua belah pihak masih menggelar rapat medisi di kantor DRPD Bontang.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0