15 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jangan Gara-gara Cebong Kampret, Pilpres Dikembalikan ke MPR


Jangan Gara-gara Cebong Kampret, Pilpres Dikembalikan ke MPR
Politikus PDIP Aria Bima. Foto: Antara

KLIKKALTIM.com -- Politikus PDIP Aria Bima menolak wacana dikembalikannya pemilihan presiden dan wakil presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurutnya, jika pemilihan pilpres dikembalikan ke MPR, hal itu sama saja dengan kemunduran dalam proses berdemokrasi.

"Saya kira tidak ada yang setuju, termasuk PDIP. Tidak ada yang mewacanakan itu," kata Aria Bima di sela acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Balai Rakyat, Telukan, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (1/12).

Ia mengatakan, plus minus dari wacana tersebut harus dievaluasi terlebih dahulu. Menurut dia, bangsa Indonesia harus belajar membangun konsolidasi demokrasi.

"Bagi saya pemilihan presiden lewat MPR saya kira kemunduran dalam proses berdemokrasi. Kekurangan dalam pilpres kemarin, misalnya money politic yang terjadi maupun konflik sosial yang membuat kekhawatiran kami sehingga potensi demokrasi tidak menjadi penguat kebangsaan," katanya.

Bahkan, ia menilai proses demokrasi pada momentum Pemilihan Presiden 2019 mengalami kemunduran yang luar biasa.

Pada saat itu, katanya, bangsa Indonesia pecah dengan istilah cebong dan kampret. Oleh karena itu, dia menilai fungsi pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi sangat penting.

"Seperti misalnya media sosial dengan konten kebencian harus ditindak tegas oleh Bawaslu. Pada prinsipnya bangsa Indonesia harus tetap menerapkan pemilihan langsung tetapi aturan diperketat," tandasnya.

Sebelumnya, wacana pengembalian pemilihan presiden kepada MPR RI melalui amendemen UUD 1945 diusulkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam pertemuan dengan pimpinan MPR RI di Kompleks Gedung MPR RI beberapa waktu lalu.

Sumber : genpi.co

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0