15 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Suami di Jabar Jajan Seks, 3.600 IRT Terkena HIV


Suami di Jabar Jajan Seks, 3.600 IRT Terkena HIV
ilustrasi aids. ©www.hivdatingsites.biz

KLIKKALTIM.com -- Akibat suami di Jawa Barat sering jajan di luar atau seks bebas, sebanyak 3.600 Ibu Rumah Tangga (IRT) terpapar HIV.

Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat, Iman Teja Rachman, di Bandung, Kamis 28 November 2019. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Bandung - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan jumlah kasus infeksi penularan Human Imunodificiency Virus (HIV) pada kelompok ibu rumah tangga di Jawa Barat terus mengalami peningkatan.

Hal ini berdasarkan data per 2005 sampai 2019 yang menunjukkan jumlah kumulatif kasus infeksi HIV di Jawa Barat yang dilaporkan dari 2005 sampai Juni 2019 kurang lebih 36.000, 10% diantaranya atau kurang lebih 3.600 dari kelompok IRT.

“Kelompok ibu rumah tangga (IRT) memang dari dulu angka (jumlah) kasus infeksi HIV-nya terus meningkat. Terbanyak kedua setelah kelompok remaja, sampai saat ini saja jumlah IRT yang terkena infeksi HIV sekitar 10% dari jumlah kumulatif,” tutur Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat, Iman Teja Rachman di Bandung, Kamis 28 November 2019.

Menurut Iman, dari hasil penelitian di lapangan faktor utama yang menyebabkan trend jumlah kasus infeksi HIV pada kelompok IRT di Jawa Barat  terus mengalami peningkatan akibat perilaku suami yang suka jajan seks. Selain itu, dipengaruhi juga oleh perubahan perilaku suami istri yang suka dan menganggap lumrah untuk melakukan hubungan seksual bertiga (threesome).

Kelompok ibu rumah tangga (IRT) memang dari dulu angka (jumlah) kasus infeksi HIV-nya terus meningkat.

“Saya pernah menangani kasus sepasang suami istri yang melakukan threesome. Pasti tahu kan, video yang sempat viral itu. Ternyata (dari hasil analisa) dibalik tindakan itu bukan hanya karena uang saja. Tetapi, gaya hidup, sekedar mencari hiburan dan variasi dalam berhubungan seksual, dan itu terjadi begitu saja,” kata Iman.

Perilaku hubungan seksual threesome tersebut jelas Iman, tentu saja pasti ada yang beririsan. Misalkan orang yang ketiganya laki-laki, pasti selain melakukan dengan perempuanya pasti dengan sesama laki-laki (suami).

“Begitu sebaliknya, kalau yang ketiganya perempuan pasti selain berhubungan dengan laki-lakinya pasti dengan perempuannya juga. Dan jelas perilaku ini sangat berisiko terkena HIV atau AIDS,” jelas Iman.

Saat ini terang Iman, dari temuan banyaknya kasus infeksi HIV atau AIDS dikelompok IRT fakta menunjukkan adanya perubahan pandangan masyarakat yang mulai menganggap lumrah atau biasa bergonta-ganti pasangan, termasuk melakukan hubungan seksual yang menyimpang (threesome dan lain sebagainya). Parahnya, ini pun terjadi kalangan remaja atau usia produktif.

“Kita melihat hal ini karena berganti-ganti pasangan, berhubungan seksual menyimpang sudah tidak tabu lagi, dan ironisnya banyak terjadi juga di kalangan anak SMA,” terang dia.

Perubahan sosial ini kata Iman, diduga kuat karena pengaruh buruk dari media sosial yang mudah mengakses hal-hal yang buruk (video porno dan content seks lainnya). Dimana suka atau tidak suka hal tersebut dapat mengubah pandangan seseorang, terutama soal seks.

“Oleh karena itu, melihat penyebab tersebut. Kita mendorong pemerintah untuk mendesain ulang sistem pendidikan. Harus lebih memperhatikan pada pendidikan akhlak, agama termasuk pendidikan seksual sedini,” katanya.

Kita melihat hal ini karena berganti-ganti pasangan, berhubungan seksual menyimpang sudah tidak tabu lagi.

Termasuk juga tambah Iman, KPA mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewajibkan pendidikan seks untuk pasangan yang akan menikah. Sehingga, tak ada lagi orang atau pasangan yang menganggap threesome dan seks menyimpang lainnya lumrah dilakukan.

“Kita mendorong ada invensi untuk mengubah perilaku masyarakat yang bisa mengakar, berbasis nilai dan norma yang ada di masyarakat, terutama agama. Contoh, soal pentingnya setia. Dahulu setia kepada satu pasangan itu banyak diterapkan, kenapa sekarang mulai memudar,”  tambah dia.

Ditempat yang sama, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Ahmad mengakui bahwa IRT yang terkena HIV atau AIDS karena tertular oleh suaminya yang sering jajan seks. Fenomena ini pun menunjukkan Jawa Barat mengalami degradasi moral.

“Kalau dibilang penurunan moral. Saya kira memang seperti itu kalau melihat kondisi saat ini, memang terjadi seperti itu,” tambah dia.

Saat ini banyak norma atau nilai yang sudah tak dianggap tabu lagi, dan pihaknya sudah menangkap sinyalemen tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya untuk mengembalikan norma dan nilai agama dan sosial melalui program-program.

“Seperti di masjid, pesantren dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan mengembalikan nilai dan norma yang semula dianut oleh masyarakat,” kata dia.

Sumber : tagar.id

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0