15 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Misteri Tewasnya Hakim PN Medan di Kebun Sawit di Sumatera Utara


Misteri Tewasnya Hakim PN Medan di Kebun Sawit di Sumatera Utara
Hakim PN Medan Jamaluddin yang ditemukan tewas. Foto: Dok. PN Medan

KLIKKALTIM.com -- Seorang pria ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutailimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Belakangan diketahui bahwa pria yang tewas tersebut ialah Jamaluddin. Ia merupakan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab tewasnya Hakim PN Medan tersebut. Polisi telah melakukan autposi, namun belum mengumumkan hasilnya.

"Kita butuh hasil autopsi. Baru dari situ kita bisa menyimpulkan arahnya ke mana, jadi mohon untuk pemberitaan yang lain lain yang menyimpulkan jangan dulu, nanti setelah dari hasil itu baru kita bsia menyatakan apa sebab kematianya," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto di RS Bhayangkari, Medan, Jumat (29/11).

Kepolisian terus berupaya mengumpulkan barang bukti dan melakukan olah TKP. Hal tersebut tak lain untuk memperjelas penyebab kematian Jamaluddin.

Saat ditemukan, diketahui Jamaluddin berada di posisi tengah mobil mengenakan pakaian hijau. Mobil yang ditumpanginya rusak di bagian depan lantaran menabrak pohon sawit.

Namun petunjuk tersebut belum cukup bagi kepolisian untuk mengambil kesimpulan penyebab Jamaluddin tewas.

"Kita tidak bisa menyimpulkan harus jelas ada alat buktinya, kemudian hasil hasil autopsi baru kita bisa menyimpulkan. Itu yang saya maksud," kata Dadang.

Polisi juga tengah memeriksa saksi kematian Jamaluddin. Setidaknya ada dua orang yang tengah menjalani pemeriksaan. "Ada dua orang kita periksa," kata Kapolsek Kutalimbaru AKP Bilter Sitanggang di Medan, dilansir Antara, Sabtu (30/11).

Sampai saat ini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian Jamaluddin. Hasil autopsi terhadap jenazah Jamaluddin pun belum diungkapkan.

Meski hasil autopsi belum disampaikan, namun ada tanda-tanda khusus yang membekas dalam jasad korban. Ada bekas jeratan di leher sang hakim, bahkan hingga menimbulkan bekas berwarna merah.

"Iya informasinya seperti itu, iya (memerah)," kata Humas PN Medan, Erintuah Damanik, di RS Bhayangkara, Medan (Jumat 29/11).

Erintuah sudah melihat sendiri jenazah dari Jamaluddin. Tentu saja ia berharap polisi dapat mengusut kasus sampai tuntas. Ia berpendapat ada yang tak wajar dari tewasnya Jamaluddin.

"Tentunya kalau meninggalnya bukan hal biasa, tentunya perlu di usut supaya tidak terjadi preseden. Tapi kan melihat kondisi mayat ditemukan itu menimbulkan kecurigaan bagi kita kan gitu ," kata Erintuah.

Jamaluddin sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Ia ditemukan tewas pada Jumat (29/11) pukul 13.00 WIB. Jasad Jamaluddin terbujur di bagian tengah mobil Land Cruiser-nya.

Bagian depan mobil Jamaluddin terlihat hancur karena menabrak pohon Sawit. Air bag pelindung di depan kemudi dalam kondisi mengembang saat mayat ditemukan.

Dugaan bahwa Jamaluddin tewas di bunuh pun muncul. Namun, kepolisian masih membutuhkan barang bukti yang harus di autopsi untuk membuat kesimpulan. Saat ini, anggota Polrestabes Medan masih berupaya mengumpulkan barang bukti dan saksi dari peristiwa tersebut.

"Anggota masih, sedang mencari alat bukti dan saksi lain. Nanti akan kita gelar perkara," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto di tempat yang sama.

Sumber : kumparan.com

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0