15 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Alasan Kepala Desa Terpilih di Banjarnegara Sengaja Menghilang Selama 2 Pekan


Ini Alasan Kepala Desa Terpilih di Banjarnegara Sengaja Menghilang Selama 2 Pekan
Ahmad Fauzi (39), Kepala Desa Terpilih Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.(DOK. GROUP FACEBOOK SEDULUR ICB)

KLIKKALTIM.com -- Kabar hilangnya Ahmad Fauzi (39), Kepala Desa terpilih Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sempat memunculkan berbagai macam spekulasi. Namun, hal itu terjawab setelah ditemukannya Fauzi di sebuah pondok pesantren di Salatiga, Jateng, Jumat (29/11/2019).

Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa mengatakan, berdasarkan keterangan dari Fauzi, dia pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan diri. "Ada permasalahan pribadi sehingga pergi ingin menenangkan diri," kata Legawa, saat konferensi pers di Mapolres Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat.

Setelah pergi meninggalkan rumah pada 12 November 2019, Fauzi sempat berpindah-pindah di sekitar wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, kemudian ke Salatiga.

"Ada masalah pribadi yang harus diselesaikan sehingga ke pondok pesantren. Keterangan ada beberapa tempat (yang dikunjungi), tapi tidak menenangkan, akhirnya ke sana (Salatiga)," jelas Legawa.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Fauzi (39), kepala desa terpilih di Banjarnegara, pamit ke keluarganya untuk berangkat ke Semarang pada 12 November 2019. Namun, ia mampir ke Banjarnegara dan Wonosobo untuk koordinasi dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Banjarnegara dan Wonosobo, sebelum dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Fauzi terakhir berkomunikasi dengan keluarganya pada 13 November 2019. Ponsel lelaki yang dikenal sebagai ustaz tersebut tidak bisa dihubungi sehingga pihak keluarga melapor ke polisi pada Sabtu (23/11/2019).

Setelah dilaporkan hilang lebih dari dua pekan, Fauzi telah kembali ke Banjarnegara. Fauzi dijemput dari salah satu pondok pesantren di Salatiga, Jumat (29/11/2019) pagi.

Hilangnya Fauzi sempat menimbulkan berbagai macam spekulasi. Salah satunya terkait dengan kontestasi pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang digelar pada 31 Juli 2019.

Sumber : kompas.

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0