24 Oktober 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemburu Ancam Populasi Burung Liar Pamurbaya


Pemburu Ancam Populasi Burung Liar Pamurbaya
IRONIS: M. Agus Ashari menunjukkan bangkai-bangkai burung yang ditemukan WPS di kawasan hutan mangrove Wonorejo kemarin (6/10). (Robertus Risky/Jawa Pos)

KLIKKALTIM -- Saat Pemkot Surabaya getol melestarikan lingkungan hidup di pantai timur Surabaya (pamurbaya), muncul kabar tak sedap. Komunitas fotografi alam liar Surabaya mengevakuasi lima bangkai burung yang tergantung di kawasan hutan mangrove Wonorejo kemarin (6/10). Satwa dilindungi tersebut mati karena tertembak.

Dari fakta yang didapat di lokasi, spesies endemik bakau itu diduga kuat hasil tangkapan para pemburu liar. Ada dua jenis burung yang mati. Empat ekor burung raja udang dan satu ekor burung cekakak australia. Kelimanya ditemukan tergantung dengan posisi kaki dan badan terikat sebuah tali dari kulit kayu. Kondisinya sudah mengering.

Salah seorang anggota Wildlife Photography Surabaya (WPS) M. Agus Ashari mengungkapkan, dirinya menemukan bangkai burung tersebut saat melakukan rutinitas akhir pekan. Berburu foto burung endemik dan migrasi di kawasan itu. ’’Saat itu saya melihat ada burung raja udang, namun burung itu lari dan saya ikuti. Ternyata saya lihat bangkai itu tergantung di pohon,” katanya.

Mudah saja mengidentifikasi burung tersebut. Sebab, ciri khas burung raja udang memiliki warna biru tua pada bulunya. Sementara itu, cekakak australia memiliki warna kuning di dada. ’’Kejadian ini baru pertama kali saya temui. Tiap Minggu pasti saya ke sini untuk hunting (foto, Red),” tuturnya.

Kemarin komunitas tersebut kembali ke lokasi penemuan bangkai. Mereka mengambil bangkai itu sekaligus mencari penyebab kematiannya.

Sebab, spesies tersebut masuk dalam PP No 7 Tahun 1999 tentang Jenis-Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Dari pemeriksaan awal diketahui burung tersebut mati karena ditembak. Motif yang membuat para pemburu meninggalkan bangkai itu juga masih menjadi tanda tanya. ’’Pastinya ini ulah para pemburu liar. Mereka seperti nantang aturan larangan berburu di sini,” tambahnya.

Kader Konservasi Jatim Korwil Surabaya Happy Ferdiansyah mengatakan, burung raja udang memang menjadi spesies endemik di Indonesia. Di tempat lain belum tentu ada spesies tersebut. Meski populasinya masih aman, bukan berarti burung itu bisa diburu sembarangan.

Begitu juga dengan cekakak australia yang rutin melakukan migrasi dari Benua Kanguru itu. Saat di sana musim dingin, mereka terbang ke Indonesia untuk mencari makan. ’’Kalau para pemburu ketangkap pun bisa diarahkan ke unsur pidana,” ujar pria yang juga dokter hewan tersebut.

Selain dua jenis itu, ada pleci jawa di mangrove pamurbaya. Statusnya di beberapa tempat seperti Jepara sudah terancam. Surabaya masih aman. Hanya, jika perburuan tidak dihentikan, populasinya akan tergerus.

Rencananya, komunitas tersebut melaporkan hal itu ke pihak berwajib. Termasuk ke Pemkot Surabaya sebagai pemangku wilayah. Agus menyebut, beberapa kali komunitas itu mengusir para pemburu liar. Memang cara mereka cukup rapi. Senapan yang dibawa biasanya dimasukkan ke dalam tas mancing. Karena itulah, mereka tidak terdeteksi orang lain. ’’Saat kepergok, mereka lari,” katanya.

LINDUNGI HABITAT SATWA LIAR

Pantai timur Surabaya memiliki ekosistem yang khas. Lokasi itu menjadi rumah bagi burung-burung yang mayoritas dalam status dilindungi dan sulit ditemui di lokasi lain.Berikut beberapa jenis burung dilindungi yang ada di pamurbaya.

Cerek jawa

  • Nama Latin : Charadrius javanicus
  • Status : Endemis

Gajahan

  • Nama Latin : Numenius arquata
  • Status : Migran

Bubut jawa

  • Nama Latin : Centropus nigrorufus
  • Status : Endemis

Pleci jawa

  • Nama Latin : Zosterops flavus
  • Status : Endemis

Cekakak suci

  • Nama Latin : Todirhamphus sanctus
  • Status : Endemis

Raja udang

  • Nama Latin : Alcedines
  • Status : Migran

Elang tiram

  • Nama Latin : Pandion haliaetus
  • Status : Endemis

Sumber : jawapos.com

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0