14 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sejarah Bola dari Bali United


Sejarah Bola dari Bali United
Foto: Tribunnews

SEPAKBOLA Indonesia mencatatkan sejarah. Dan, Kaltim secara tidak langsung terlibat di dalamnya. Klub sepakbola asal Kaltim, Persisam Samarinda, yang diakusisi duo pengusaha dan kini menjadi Bali United melantai di bursa saham. Dalam penawaran perdana di Bursa Efek Jakarta (BEJ), klub asal Bali itu mendapatkan dana segar Rp 350 miliar. 

Di dunia sepakbola, angka sebesar itu bukan jumlah yang kecil. Sebuah klub sepakbola menghabiskan anggaran Rp 10 miliar setahun. Itu sudah termasuk akomodasi untuk laga tandang dan gaji pemain, bahkan catering setiap hari untuk seluruh pemain. Kebutuhan paling besar bagi klub sepakbola adalah akomodasi untuk setiap laga tandang. Anggaran yang dibutuhkan untuk mengangkut pemain dan official di laga tandang hampir Rp 50 juta. Angkanya bisa berubah, tergantung lokasi pertandingan. 

Persisam Samarinda, sebelum dibeli oleh dua bersaudara tajir Pieter Tannuri dan Yabes Tanuri dimiliki oleh Harbiansyah Hanafiah. Harbiansyah melepas kepemilikannya di Persisam setelah sengketa yang berlarut-larut dengan Pemkot Samarinda. Ditambah kehadiran Persisam Borneo FC. Transaksi terjadi pada 2015 lalu. 

Di tangan Yabes bersaudara, Bali United disulap menjadi pendatang baru yang disegani. Tahun pertamanya berdiri, Yabes mendatangkan Indra Sjafri untuk menjadi pelatih. Indra ketika itu baru saja merampungkan tugasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Indra adalah penemu bakat-bakat muda Indonesia seperti Evan Dimas, Ilham Udin dan Maldini Pali. 

Performa Bali United terus meningkat. Pada 2016, Bali United finish di posisi dua Liga 1. Itu adalah kasta tertinggi sepakbola di Indonesia. Pelatihnya kala itu Indra Sjafri. Tactician asal Lubuk Nyiur, Sumatera Barat itu berkarir selama tiga tahun di Bali United. Dialah yang meletakkan pondasi tim. Dia juga memboyong para penggawa mudanya di Timnas U-19 ke klub tersebut. 

Puncak aksi brilian Yabes bersaudara adalah membawa Bali United “merumput” di bursa saham, Juni lalu. Di hari pertamanya, klub itu meng-collect dana hampir setengah triliun. Langkah yang brilian dan berani. Ini adalah klub pertama di ASEAN yang masuk ke pasar saham untuk mencari tambahan modal. Di Asia, sudah ada klub China yang terlebih dahulu melakukan hal serupa. 



Reporter : Marki    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0