14 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini 19 Kredit Bermasalah Bankaltimtara Hasil Audit BPK RI


Ini 19 Kredit Bermasalah Bankaltimtara Hasil Audit BPK RI
Foto: Internet

KLIKKALTIM.COM - Dalam keterangan yang disampaikannya, Plt Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim membeberkan ada 19 temuan kredit yang bermasalah. Berikut data kredit macet Bankaltimtara menurut audit BPK RI;

1. Pemberian kredit modal kerja sebesar Rp15 miliar kepada Taniagro Mas tidak didasarkan kegiatan bisnis yang sebenarnya dan penambahan plafon kredit sebesar Rp 475 juta dilakukan untuk menjaga kualitas kredit.

2. Pemberian kredit kepada PT Selyca Mulia Rp 118,3 miliar lebih untuk pembangunan Hotel Selyca dengan tidak memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian dan persetujuan perpanjangan, penambahan plafon serta restrukturisasi kredit tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan hanya untuk menjaga kolektibilitas bank.

3. Pemberian kredit kepada PT Selyca Mulia sebesar Rp 227,2 miliar lebih untuk pembangunan pusat perbelanjaan tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan persetujuan perpanjangan, penambahan plafon serta restrukturisasi kredit tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan hanya untuk menjaga kolektibilitas Bank.

4. Analisis permohonan pemberian dan perpanjangan fasilitas kredit PT Samudera Karya Energi sebesar Rp 75 miliar tidak dilakukan secara memadai dan penyelesaian kredit berlarut-larut.

5. Pemberian kredit investasi kepada PT Pelayaran Tanjung Mas Harapan Rp 261,8 miliar lebih berisiko tinggi.

6. Pemberian tiga fasilitas kredit investasi kepada PT Pelayaran Mitra Star sebesar Rp 163,7 miliar lebih berisiko tinggi.

7. Pemberian kredit investasi pembangunan kapal kepada PT Yuda Shipping sebesar Rp 92,3 miliar lebih belum mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan persetujuan perpanjangan, penambahan plafon serta restrukturisasi kredit tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan hanya untuk menjaga kolektibilitas bank.

8. Analisis permohonan pemberian pemberian, perpanjangan dan restrukturisasi fasilitas kredit PT Hasamin Bahar Lines sebesar Rp 235,8 miliar tidak dilakukan secara memadai pun pencairan kredit tidak sesuai dengan perjanjian kredit dan penyelesaian kredit berlarut larut.

9. Debitur PT Bintang Araffa dengan kredit sebesar Rp 4,9 miliar melakukan pemindahan rekening pembayaran paket pekerjaan sumber pengembalian kredit secara sepihak tanpa sepengatuan PT BPD Kaltim - Kaltara.

10. Fasilitas kredit investasi kepada PT Bintang Kaltim Perkasa dan Grup sebesar Rp 34,4 miliar didasarkan pada laporan keuangan audited yang tidak dapat diyakini kebenarannya serta tidak memenuhi persyaratan collateral coverage dan quantity surveyor.

11. Proses pencairan dan penggunaan dana kredit modal kerja PT Intan Laguna sebesar Rp 8,2 Miliar tidak sesuai ketentuan.

12. Pemberian kredit konsumtif multiguna kepada Fajar Adiyono sebesar Rp 1,5 miliar kurang memperhatikan prinsip kehati-hatian dan penggunaan dana kredit tidak sesuai ketentuan.

13. Restrukturisasi kredit modal kerja pembangunan perumahan Citra Garden Residence PT CGA sebesar Rp 37,9 miliar lebih tidak memenuhi prinsip kehati-hatian dan dilaksanakan untuk menjaga tingkat kolektibilitas.

14. Pemberian Kredit kepada PT Citra Gading Asritama sebesar Rp 175 miliar tidak memenuhi prinsip kehati-hatian serta persetujuan perpanjangan dan restrukturisasi dilaksanakan untuk menjaga tingkat kolektibilitas dan memperhatikan proyek sebagai sebagai sumber pembiayaan tidak dilanjutkan Pemkab Kukar.

15. Fasilitas kredit PT Batara Surya sebesar Rp 37,5 miliar tidak didukung dengan analisis permohonan dan perpanjangan kredit secara memadai, digunakan tidak sesuai tujuan kredit dan penyelesaian berlarut-larut.

16. Pemberian fasilitas kredit PT Telaga Megabuana sebesar Rp 37 miliar belum mempertimbangkan prinsip kehati-hatian serta pemenuhan syarat collateral coverage dan persetujuan perpanjangan serta restrukturisasi kredit dilaksanakan untuk menjaga kolektibilitas bank.

17. Restrukturisasi kredit atas tujuh fasilitas kredit kepada PT Hamukti Rejosewu Jaya sebesar Rp 34,1 miliar lebih kurang mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan persyaratan collateral coverage.

18. Pemberian Kredit kepada PT Putri Medina sebesar Rp 14,7 miliar tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dan penyelesaian kredit hapus buku PT Putri Medina sebesar Rp 13,9 miliar lebih berlarut-larut.

19. Analisis permohonan fasilitas kredit PT Mitra Gemilang Mahasukses sebesar Rp 19,4 miliar tidak dilakukan secara memadai, persyaratan affirmative covenant berupa penyampaian LK audited tidak dipenuhi, dan penyelesaian kredit berlarut-larut.

Reporter : Yoyok Sudarma    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0