14 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ditreskoba Bekuk Tiga Kurir Sabu Sabu Jaringan Malaysia


Ditreskoba Bekuk Tiga Kurir Sabu Sabu Jaringan Malaysia
Jajaran Ditreskoba Polda Kaltim memberikan keterangan usai penangkapan tiga kurir narkotika jaringan internasional.

KLIKKALTIM.COM - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim memberikan hadiah HUT Bhayangkara ke-73. Ditreskoba membekuk tiga kurir sabu sabu dengan total barang bukti 341 gram. Polisi menduga keras, tiga kurir itu terafiliasi dengan jaringan narkotika asal Tawau, Malaysia.  

Direktur Resnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury mengatakan, tiga tersangka itu merupakan warga Samarinda. Mereka adalah Abdul Aziz (41), Muhammad Talib (60) dan Jamaluddin (46). Ketiganya dibekuk di Samarinda Seberang pada Senin, 8 Juli 2019. Dari keterangan sementara yang dihimpun, mereka mendapat perintah dari seseorang yang berasal dari negara tetangga itu. 

“Sabu berasal dari Tawau dan dibawa dari Nunukan. Memreka lewat jalur darat Berau ke Samarinda,” kata Shaury, dikonfirmasi Selasa, 9 Juli 2019. 

Kepada polisi, ketiga orang itu mengaku baru satu kali melakukan aksinya. Namun polisi masih akan melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap semua tersangka. Ketiganya saat ini menjalani pemeriksaan dan ditahan di Mapolda Kaltim 

Shaury menambahkan, saat penangkapan di Samarinda, dua orang pelaku, yakni Abdul Aziz dan Jamaluddin sempat melakukan perlawanan. Salah satunya mencoba menyerang petugas menggunakan peralatan bangunan, palu. Petugas melumpuhkannya dengan tembakan di salah satu kaki mereka. 

“Anggota mengambil tindakan tegas dan terukur karena melawan petugas,” ujarnya.

Meski mengaku baru satu kali menjadi kurir sabu sabu dari Malaysia, menurut catatat kepolisian, tiga orang itu adalah pemain lama. Penyidik masih melakukan pengembangan dengan semua jaringan narkotika. Bisa saja para tersangka nanti bertambah. Itu tergantung penyidikan dan keterangan dari para tersangka. 

Ditambahkannya, peredaran narkotika di Kaltim tergolong tinggi. Permintaan terhadap narkotika Jenis sabu sabu itu sangat tinggi. Ini adalah hasil dari keterangan beberapa orang pengedar yang dibekuk polisi. Kendala polisi dalam melakukan pengungkapan adalah letak geografis Kaltim yang luas sekali.

“Itu menjadi kendala di lapangan,” ucapnya. 

Untuk diketahui, tiga kurir narkoba itu mendapat upah Rp 6 sampai Rp 7 juta sekali pengiriman. Namun, upah itu mereka terima bila barang sudah berhasil sampai di titik pesanan. 

“Mereka belum dibayar karena barangnya belum sampai. Ini yang masih dikembangkan oleh anggota,” kata Shaury. (*)

Reporter : Marki    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0