23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Peringatan HANI, BNN Kaltim Waspadai 9 Narkotika Jenis Baru


Peringatan HANI, BNN Kaltim Waspadai 9 Narkotika Jenis Baru
BNN Kaltim mengingatkan generasi muda untuk mewaspadai peredaran 9 jenis narkotika jenis baru.

KLIKKALTIM.COM - Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Pemprov Kaltim menyelenggarakan acara bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim bertempat di Ruang Ruhui Rahayu, komplek Kantor Gubernur, Rabu, 26 Juni 2019. Gubernur Kaltim, Isran Noor menyebutkan urusan peredaran narkotika merupakan masalah dunia. Untuk itu, Pemprov Kaltim mendukung penuh BNN dalam proses pemberantasannya.

"Ini hal-hal yang sangat kritis. Dari 4 besar masalah dunia, yang salah satunya adalah narkotika. Secara teknis ada di BNNP, saya mendukung semua programnya," katanya.

Dalam hal ini, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim Brigjen Pol Drs Raja Haryono menekankan kepada seluruh lapisan masyarakat serta pemerintah termasuk kalangan milenial. Menurut dia, kalangan usia 35 tahun ke bawah inilah yang sangat rentan terpapar narkotika. Oleh karena itu, milenial akan menjadi kaki tangan pihaknya untuk sosialisasi.

"Jadi mari kita bersama-sama kalangan milenial akan sadar, gunakan medsos yang ada untuk saling memberikan informasi agar kita tidak menjadi penyalahguna narkotika," tuturnya 

Dalam acara juga turut diberikan penghargaan kepada duta anti narkotika dari masing-masing Kabupaten/Kota di Kaltim. Harapannya, generasi milenial bisa memberikan contoh kepada rekan-rekannya, dengan kegiatan-kegiatan positif. Itu yang kita harapkan kepada mereka agar hidupnya menjadi contoh generasi emas.

Lebih lanjut, untuk wilayah di Kaltim pihaknya belum menemukan jenis narkotika baru. Namun, di 111 negara di dunia sudah ditemukan hampir 803 jenis narkotika.

Untuk di Indonesia, ada 9 jenis narkotika baru yang telah teridentifikasi masuk ke wilayah Indonesia. Persoalannya, narkotika baru tersebut belum memiliki regulasi dalam penanganannya baik UU Narkotika maupun Permenkes.

"Nah, itu belum bisa kita apa-apakan. Karena belum ada aturan yang mengatur itu. Jadi yang baru itu nanti, tidak bisa diterapkan. Jadi begitulah," ungkap Raja.

Untuk ke 9 jenis tersebut, pihaknya belum bisa mengekspos ke publik. Alasannya, hal itu justru dapat memicu masyarakat untuk mencari.

"Untuk yang 9 jenis itu, kita tidak bisa mengekspos. Karena jika kita ekspos, semakin orang mencarinya," tutup dia. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0