25 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Aliansi Mahasiswa Kaltim Kutuk Aksi Kekerasan Tolak Hasil Pemilu


Aliansi Mahasiswa Kaltim Kutuk Aksi Kekerasan Tolak Hasil Pemilu
Aliansi Mahasiswa Kaltim menduga ada kekuatan lain yang mendalangi aksi penolakan hasil pemilu di Jakarta.

KLIKKALTIM.COM - Aksi menolak hasil pemilu 2019 oleh massa yang menamakan diri Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) pada Senin, 21 Mei 2019 lalu dinilai telah mencoreng perwujudan demokrasi Indonesia. Pasalnya, aksi damai tersebut telah berkembang menjadi kerusuhan yang berlanjut hingga Selasa, 22 Mei 2019. 

Aksi yang kini menjurus anarkis itu sangat disayangkan. Apalagi sampai menolak membubarkan diri dan melakukan pembakaran puluhan kendaraan roda 2 dan roda 4 di depan markas Brimob, Petamburan, Jakarta Barat. 

Menyikapi hal tersebut, Aliansi Mahasiswa Lintas Kampus se-Kaltim mengutuk keras aksi kekerasan dan kerusuhan yang terjadi. "Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga persatuan dan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45," kata Kordinator Aliansi Mahasiswa Lintas Kampus se-Kaltim, Asfia Ahmad Maulana, Kamis, 24 Mei 2019. 

Selain itu, aliansi gabungan mahasiswa dari Univ. 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, STKPK BI, Univ. Muhammadiyah Kaltim, Univ. Mulawarman (Unmul), Univ. Widyagama Samarinda serta Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) ini menilai aksi damai yang diserukan tak terbukti dan mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan ratusan lagi luka-luka. 

Belum lagi, aparat juga menyita beberapa kendaraan yang mengangkut batu serta telah menangkap beberapa sebagian massa yang dianggap provokator dalam aksi. 

"Sungguh kejadian ini telah merusak citra masyarakat Indonesia yang dikenal ramah dan santun oleh dunia," ungkapnya. 

Secara tegas, sikap menolak hasil perhitungan suara oleh KPU merupakan tindakan Inskonstitusional. Padahal sebagai institusi demokrasi penyelenggara pemilu, KPU RI, telah bekerja secara independen sesuai UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. 

"Kami menyerukan agar semua pihak menghentikan aksi kekerasan dan kerusuhan yang terjadi. Bahwa kekuatan politik Cendana telah mendalangi kekerasan dan kerusuhan ini," bebernya. (*)

 

 

 

Reporter : NR Syaian    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0