25 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Daftar Janji Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Saat Debat


Ini Daftar Janji Ma
Ma'ruf dan Sandi foto bersama sebelum debat berlangsung

KLIKKALTIM.COM - Kedua calon wakil presiden, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno saling beradu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2019 yang bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya, Minggu (17/3/2019) malam. Selain adu ide, mereka juga menyampaikan sejumlah janji politik guna meyakinkan masyarakat untuk menjatuhkan pilihannya kepada mereka 17 April nanti. Baik Ma’ruf dan Sandiaga Uno sama-sama melontarkan janji jika saja mereka bersama pasangan masing-masing, nantinya terpilih dan diamanati untuk menjadi pemimpin negeri. Berikut catatan singkat tentang janji-janji yang mereka tawarkan. 

Ma’ruf Amin: 

Mengeluarkan 3 kartu: Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra Kerja. 

Menurunkan angka stunting sebesar 10 persen dalam 5 tahun. 

JKN KIS akan dilanjutkan, PKH akan diteruskan. 

Kursus gratis berbagai macam kecakapan bagi para pencari kerja. 

Beasiswa pendidikan diteruskan hingga tingkat kuliah. 

Revitalisasi pendidikan secara struktural, agar lebih terkoneksi dengan dunia usaha dan dunia industri. 

Upaya nonstruktural, pelatihan melalui balai latihan kerja (BUMN atau kursus). 

Membentuk Badan Riset Nasional. 

Menyediakan Dana Abadi Riset. 

Mengkoordinasikan semua alokasi dana untuk riset. 

Memaksimalkan Rencana Induk Riset Nasional. Meningkatkan pelayanan kesehatan, redistribusi tenaga dokter dan memastikan persediaan obat cukup. 

Memberlakukan tindakan preventif untuk menjaga kesehatan, dengan Germas PIS PK (Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga) dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) 

TKA hanya bisa mengisi bidang yang tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja dalam negeri 

Sandiaga Uno:  

Peningkatan kesejahteraan dan status guru honorer. 

UN dihentikan, diganti dengan penelusuran minat dan bakat. 

Konsep sekolah link and match. 

Dalam 200 hari pertama akar permasalahan BPJS Kesehatan akan diselesaikan. 

Defisit BPJS Kesehatan ditutup dengan perhitungan melibatkan putra-putri terbaik bangsa. 

Program 22 menit olahraga. 

Membenahi sistem rujukan dan pembayaran BPJS Kesehatan. 

Memberi susu atau kacang hijau pada siswa TK dan SD. 

Dunia usaha mendapatkan insentif (fiskal atau nonfiskal) jika berivestasi pada penelitian. 

Pemodelan kurikulum berbasis budi pekerti. 

Rumah siap kerja untuk para pencari kerja hingga level kecamatan dan desa.

Riset disinergikan dengan dunia usaha dan sistem akademis. 

Menyinergikan riset dengan dunia usaha. 

TKA harus bisa berbahasa Indonesia, dan perbandingan dengan tenaga kerja lokal terukur. 

Insentif untuk perusahaan swasta dan BUMN agar buka magang. 

Janji politik telah dilontarkan, tugas kita semua untuk selalu mengawal janji-janji yang telah diucapkan. Siapa pun yang terpilih nantinya, Indonesia pantas mendapatkan pemimpin terbaik yang menepati segala ucapannya.

Reporter : Marki/Kompas.com    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0