25 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Disebut Teroris Selandia Baru, PewDiePie Keluarkan Klarifikasi


Disebut Teroris Selandia Baru, PewDiePie Keluarkan Klarifikasi
Pewdiepie

KLIKKALTIM.COM - "Ingat, para penonton, subscribe PewDiePie," seru seorang pria dalam video. Kalimat berisi ajakan sederhana itu menjadi masalah bagi sang YouTuber lantaran diucapkan oleh teroris pelaku penembakan masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2018) kemarin. 

Beberapa saat setelah berkata demikian, sang teroris yang mengaku warga Australia bernama Brenton Tarrant itu mulai menembaki masjid Al Noor di kota Chrischurch. Aksi kejinya terekam dalam video tadi, yang disiarkan secara langsung via Facebook sewaktu kejadian. Entah ajakan si teroris itu memang serius atau tidak, tapi PewDiePie, YouTuber terpopuler dengan hampir 90 juta subscriber, merasa perlu angkat bicara. 

"Baru mendengar berita buruk dari Christcurch New Zealand. Sungguh-sungguh muak namaku diucapkan oleh orang ini," tulis YouTuber bernama asli Felix Kjellberg tersebut dalam sebuah kicauan di akun Twitter miliknya. "Saya turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya terhadap para korban, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak tragedi ini," lanjutnya, sebagaimana dirangkum dari Daily Mail, Sabtu, 16 Maret 2019.  

Gara-gara disinggung oleh teroris di Selandia Baru, nama "PewDiePie" pun sempat menjadi trending topic di Twitter pada hari Jum'at lalu. Kalimat "subscribe to PewDiePie" sendiri sebelumnya menjadi semacam meme yang populer di jagat maya. 

Hal itu disebabkan oleh sebagian fans PewDiePie yang secara sukarela mempromosikan idolanya kala memperebutkan gelar kanal YouTuber terpopuler dengan T-Series, beberapa waktu lalu. Namun, tentu saja penyebutannya oleh seorang pelaku kejahatan keji bakal mengundang kontroversi dan perhatian negatif. 

Pelaku penembakan di Selandia Baru memberondong dua masjid dalam keadaan dipenuhi jamaah saat shalat Jumat Akibatnya, 49 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, termasuk dua orang warga Indonesia. 

Kecaman terhadap para pelaku yang berjumlah empat orang datang bertubi-tubi dari segala penjuru dunia. Teroris-teroris ini memanfaatkan media sosial dan forum internet untuk menarik perhatian publik terhadap aksi kejamnya. Warganet diimbau tidak menyebarluaskan tayangan video dari kejadian tersebut. (*)

Reporter : Marki/Kompas.com    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0