21 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Samarinda Banjir karena Karang Mumus Terlalu Dangkal


Samarinda Banjir karena Karang Mumus Terlalu Dangkal
Gubernur Isran Noor

KLIKKALTIM.COM - Gubernur Kaltim Isran Noor mulai menyinggung masalah banjir yang semakin akut diderita masyarakat Kota Samarinda. Salah satu faktor serius penyebabnya adalah pendangkalan Sungai Karang Mumus (SKM). Data yang dilontarkan Gubernur, pendangkalan Sungai Karang Mumus sudah mencapai lebih 75 persen dari panjang sungai.

Selain pendangkalan Sungai Karang Mumus, JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) Kaltim merilis masih ada 232 lubang eks tambang batubara yang belum ditutup, meski sudah selesai operasi. Kerusakan lingkungan merupakan faktor utama masalah banjir di Kota Tepian.

“Jadi, ketika hujan mengguyur Samarinda dan daerah sekitarnya maka terjadi banjir. Karena SKM sudah tidak bisa menampung debit air hujan,” katanya pada saat Gala Dinner bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr Bambang PS Brodjonegoro di Gran Senyiur Hotel Balikpapan, awal pekan lalu.

Berdasarkan hitungan dan observasi sementara lanjutnya, tentu memerlukan dana besar karena harus dilakukan normalisasi.

“Artinya pengerukan sedimen dan endapan-endapan yang sudah begitu lama,” ujarnya.

Diungkapkannya, saat ini dimana-mana  telah terjadi banjir bahkan wilayah Jawa serta daerah lainnya di tanah air.

“Melalui Rakortekrenbang ini bisa dicarikan rumusan dan solusi mengurangi banjir di Samarinda termasuk daerah lain di Indonesia,” harapnya.

Isran mengungkapkan banjir yang terjadi ikut menggangu transportasi menuju Bandara APT Pranoto Samarinda bahkan terkadang ada penumpang yang ketinggalan pesawat. “Harus dicarikan solusinya agar semua bisa diatasi walaupun penanganannya bertahap,” ujarnya.

Gubernur mengapresiasi Kepala Bappenas serta Kemendagri dan peserta dari 17 provinsi yang mendukung Rakortekrenbang Regional II tahun 2019. (*)

Reporter : Marki    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0