27 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ethiopian Airlines Jatuh, Kemenhub Larang Terbang Boeing 737 Max


Ethiopian Airlines Jatuh, Kemenhub Larang Terbang Boeing 737 Max
Tampilan Boeing 737 Max

KLIKKALTIM.COM - Maskapai penerbangan Ethiopian Airlines memutuskan melarang seluruh pesawat Boeing 737 Max dalam jajaran armadanya untuk dioperasikan. Ini menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET 302 pada Minggu (10/3/2019). Hal tersebut diumumkan secara resmi oleh Ethiopian Airlines pada Senin (11/3/2019) seperti dikutip dari AFP.

Grounding atau keputusan tidak menerbangkan pesawat tersebut efektif berlaku pada Minggu, sesaat setelah jatuhnya ET 302. "Menyusul peristiwa tragis (yang menimpa) ET 302, Ethiopian Airlines memutuskan untuk tidak menerbangkan seluruh pesawat Boeing 737 MAX 8 dalam jajarannya, efektif kemarin, 10 Maret, hingga pengumuman lebih lanjut," tulis Ethiopian Airlines dalam akun Twitter resminya.

Pihak Ethiopian Airlines menyatakan belum mengetahui secara pasti penyebab jatuhnya ET 302. Oleh sebab itu, keputusan tak menerbangkan armada Boeing 737 Max 8 diambil oleh maskapai merupakan upaya pencegahan dan peningkatan keselamatan. Pesawat Ethiopian Airlines ET 302 jatuh sekitar enam menit setelah lepas landas dari bandara Addis Ababa.

Pesawat tersebut akan bertolak menuju Nairobi, Kenya. Pesawat itu jatuh di dekat desa Tulu Fara di luar kota Bishoftu sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa. Sebanyak 149 penumpang dan 8 awak tewas dalam peristiwa tersebut. Para penumpang yang tewas merupakan warga negara dari sejumlah negara.

Para korban tewas antara lain wisatawan, pebisnis, hingga para staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan hadir dalam sebuah seminar. Pesawat naas tersebut baru diterima Ethiopian Airlines pada November 2018. Ini merupakan kecelakaan kedua yang menimpa Boeing 737 Max 8 dalam lima bulan terakhir setelah sebelumnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Oktober 2018.

Sementara, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melarang terbang sementara pesawat terbang Boeing 737-8 MAX di Indonesia. Langkah diambil terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.

"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan,” kata Polana dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/3/2019).

Polana menambahkan, Inspeksi akan dimulai pada Selasa 12 Maret 2019. Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, maka pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara sampai dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan. (*)

Reporter : Marki/Kompas.com    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0