25 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tersesat di Hutan, Warga Grogot Sempat Makan Bara Api Rokok untuk Hidup


Tersesat di Hutan, Warga Grogot Sempat Makan Bara Api Rokok untuk Hidup
Rahmat terbaring usai diselamatkan dari hutan Kalimantan.

KLIKKALTIM.COM - Rahmat (54), warga Desa Pepara, Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang sempat hilang di hutan Desa Pulau Rantau akhirnya ditemukan selamat. Ada cerita menarik di balik penemuan Rahmat.

Rahmat ditemukan tidak kurang oleh 50 personel tim gabungan bersama warga desa, yang mencarinya dengan menyusuri hutan, saat memasuki malam hari, Senin (13/8). Pencarian berbuah hasil.

"Sekitar jam 11 malam tadi, Pak Rahmat ditemukan selamat dan kondisi sehat. Meski memang kondisinya lemas," kata Ahmad, salah seorang warga Tanah Grogot, Selasa (14/8) pagi.

Saat ditemukan, Rahmat tidak sepenuhnya dalam kondisi sadar. Dia sempat linglung, untuk mengenali keluarga dan warga di hadapannya malam tadi, setelah dibawa ke rumahnya.

Bahkan, di rumahnya, dia melihat ada warga yang sedang merokok langsung bereaksi. Dua bara api pada rokok yang sedang menyala, disantap Rahmat hingga akhirnya membuat dia tersadar.

"Yang pasti Pak Rahmat seperti dehidrasi. Begitu dia makan bara api rokok itu, bilang sedang lapar," ujar Ahmad.

Dia pun sempat bercerita, saat dia mulai masuk hutan, Senin (13/8) pagi, untuk menebas semak dan pepohonan di dalam hutan. Dia menyempatkan sarapan pagi, sebelum masuk ke dalam hutan.

Saat masuk hutan, Rahmat melihat kancil dan mengejarnya hingga masuk jauh ke dalam hutan. Upaya mengejar dan menangkap kancil pun gagal. Saat hari beranjak malam, dia pun berjalan keluar hutan.

"Di saat dia keluar hutan, akhirnya berhasil ditemukan tim gabungan," ungkap Ahmad.

Pencarian Rahmat memang menyisakan sisi lain tentang hutan Kalimantan, yang ditumbuhi pepohonan besar khas hutan tropis. Tidak jarang juga, warga yang hilang di dalam hutan, bukan benar-benar hilang.

Melainkan disembunyikan makhlus halus, yang kerap disebut di tengah masyarakat sebagai penunggu hutan. Untuk membantu agar tidak terus disembunyikan, tidak jarang pula warga melakukan ritual-ritual.

"Memang terdengar mistis ya dan di luar pemikiran rasional. Tapi itulah kondisinya. Karena, Pak Rahmat kan sempat dipanggil temannya berteriak mencari. Tidak ada sahutan dari dalam hutan saat itu," demikian Ahmad.

Diketahui, Rahmat pergi ke hutan, bersama temannya, Icuk (60), sekira pukul 06.00 WITA, Senin (13/8) pagi. Tujuannya untuk menebas semak dan pepohonan di hutan. Namun hingga siang hari, Rahmat tidak kunjung keluar hutan.

Sempat berteriak mencari Rahmat, Icuk yang mengira Rahmat pulang lebih dulu, lantas juga berinisiatif pulang dan mencari Rahmat di rumahnya. Namun belakangan, Rahmat tidak ada pulang ke rumah, hingga dilaporkan hilang. Selain warga desa, Rahmat dicari tim gabungan antara lain BPBD kabupaten Paser, TNI dan Polri, PMI, hingga relawan kebencanaan. (*)

Reporter : Inara Dafina    Editor : Marki



Comments

comments


Komentar: 0